Jakarta, IDN Times – Pemerintah Israel kembali menuai sorotan tajam setelah rencana pembangunan ribuan unit rumah baru di dekat Yerusalem terungkap ke publik pada Senin (16/2/2026). Proyek kontroversial yang digagas Kementerian Perumahan dan Konstruksi Israel ini secara teknis memperluas batas kota Yerusalem ke wilayah pendudukan Tepi Barat untuk pertama kalinya sejak Perang Enam Hari 1967.
Pengembangan perumahan itu secara administratif terafiliasi pada permukiman Geva Binyamin atau dikenal sebagai Adam. Namun, para pengkritik dan organisasi pemantau hak asasi manusia menilai skema administratif itu hanyalah taktik pencaplokan tanah.
