Jelang Ramadan, Israel Larang Imam Masuki Lokasi Masjid Al Aqsa

- Israel melarang imam Masjid Al-Aqsa memasuki lokasi tersebut selama satu minggu jelang Ramadan.
- Larangan ini disampaikan tanpa alasan yang jelas, di tengah eskalasi Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.
- Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga bagi umat Muslim, namun Israel menduduki Yerusalem Timur tempat masjid berada sejak Perang Arab-Israel 1967.
Jakarta, IDN Times - Otoritas Israel melarang imam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki untuk memasuki lokasi tersebut selama satu minggu. Larangan ini disampaikan beberapa hari sebelum dimulainya bulan suci Ramadan.
Pemerintahan Yerusalem menyatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa Sheikh Muhammad Ali Abbasi ditahan oleh pasukan Israel dan dilarang memasuki kompleks masjid selama seminggu. Pernyataan itu tidak menyebutkan alasan pelarangannya, dikutip dari Anadolu, Rabu (18/2/2026).
Langkah ini terjadi di tengah eskalasi Israel di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk pembatasan masuknya jamaah dan peningkatan serangan oleh pemukim ilegal ke kompleks yang rawan konflik tersebut.
Adapun Ramadan, bulan tersuci dalam kalender Islam, akan dimulai pekan ini. Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Muslim. Orang Yahudi menyebut daerah itu Bukit Bait Suci, mengklaim bahwa itu adalah lokasi dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

















