Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Klaim Komandan Baru Hamas Tewas dalam Serangan Gaza
bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)
  • Serangan udara Israel di Kota Gaza menewaskan Mohammed Odeh, yang disebut sebagai pimpinan baru sayap militer Hamas setelah menggantikan Izz al-Din al-Haddad.
  • Israel menyebut Odeh tewas di gedung persembunyiannya di kawasan Remal setelah dipantau berbulan-bulan, sementara serangan juga menewaskan keluarganya dan melukai puluhan warga.
  • Pemerintah Israel menegaskan operasi itu menargetkan Odeh sebagai komandan senior Hamas, di tengah gencatan senjata yang belum menghentikan serangan harian dan meningkatnya korban sipil di Gaza.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Serangan udara Israel di Kota Gaza pada Selasa (26/5/2026) menewaskan Mohammed Odeh, figur yang disebut sebagai pimpinan baru sayap militer Hamas. Otoritas Israel pada Rabu (27/5/2026) menyatakan Odeh terbunuh dalam operasi yang dilakukan di wilayah utara Gaza.

Sebelum serangan itu, Odeh diketahui memimpin unit intelijen Hamas. Ia dilaporkan menggantikan Izz al-Din al-Haddad yang tewas dalam serangan Israel pada awal Mei 2026 untuk memimpin Brigade Izz ad-Din al-Qassam (Brigade Qassam), meski Hamas belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penunjukan tersebut.

1. Serangan Israel menghantam kawasan Remal

ilustrasi perang (pexels.com/Mohammed Ibrahim

Koresponden Al Jazeera, Hind Khoudary, melaporkan bahwa serangan udara menghantam kawasan Remal di Kota Gaza, yang dikenal sebagai distrik pasar dan permukiman padat. Warga saat itu tengah berbelanja untuk kebutuhan Idul Adha ketika tiga ledakan besar terdengar sekitar pukul 21.30 waktu setempat dan menyebabkan kerusakan besar. Sumber di Rumah Sakit al-Shifa menyebut 6 orang tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di wilayah barat Kota Gaza tersebut.

Laporan BBC, menyebut rudal menghantam tiga lantai bagian atas gedung al-Kayali di pusat Kota Gaza. Petugas medis bersama saksi mata mengatakan puluhan orang terluka, sementara tim penyelamat kesulitan menjangkau lantai atas akibat bangunan yang rusak dan kemacetan di area pasar. Sejumlah saksi juga melaporkan sedikitnya lima rudal menghantam gedung hampir bersamaan, disertai suara helikopter yang terdengar sebelum ledakan terjadi.

2. Israel memburu pergerakan Mohammed Odeh

ilustrasi perang (pexels.com/Beyzanur K.)

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan badan keamanan Shin Bet menyatakan gedung yang diserang merupakan lokasi persembunyian Odeh. Mereka menyebut target tersebut ditentukan setelah pergerakan Odeh dan para asistennya dipantau selama berbulan-bulan, sementara apartemen di sekitar lokasi turut diserang karena dihuni anggota Hamas yang berada dalam lingkaran dekat Odeh dan dituduh terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023.

Hamas kemudian menyampaikan bahwa Odeh tewas bersama istrinya dan dua anak mereka. Salah satu anaknya dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit setelah mengalami luka serius, sedangkan prosesi pemakaman keluarga itu digelar usai salat zuhur.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Odeh sebagai salah satu arsitek pembantaian. Israel juga menuduh Odeh bertanggung jawab dalam perencanaan infiltrasi dan koordinasi target serangan Hamas, sedangkan IDF menyatakan ia termasuk salah satu komandan senior terakhir sayap militer Hamas yang terlibat dalam perencanaan serta pelaksanaan serangan tersebut.

3. Israel menegaskan operasi menargetkan Odeh

ilustrasi bangunan hancur imbas perang (pexels.com/Ahmed akacha)

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan posisi pemerintah melalui unggahan di media sosial X.

“Komandan sayap militer organisasi teror Hamas nomor 4 di Gaza telah dieliminasi kemarin dan dikirim untuk bertemu dengan rekan-rekannya di kedalaman neraka,” tulisnya.

Katz dan Netanyahu sebelumnya telah memastikan bahwa Odeh menjadi sasaran utama dalam operasi itu.

Meski kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku sejak 11 Oktober 2023, serangan di lapangan masih terus berlangsung hampir setiap hari. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 900 warga Palestina tewas dalam rangkaian serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.

Jumlah korban jiwa di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 72.800 orang. Data otoritas kesehatan Palestina tersebut dinilai dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sementara Israel menegaskan pihaknya berhak menargetkan para pemimpin Hamas yang dianggap terlibat dalam serangan awal yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel selatan dan menyebabkan 251 orang disandera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article