Jakarta, IDN Times - Warga Palestina mengalami kesedihan mendalam pada hari Idul Fitri 2026. Sebab, otoritas keamanan Israel menutup Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Tepi Barat, Palestina, pada Jumat (20/3/2026) sehingga para jemaah warga Palestina tidak bisa melaksanakan salat Id di tempat tersebut.
Hal ini merupakan pertama kalinya sejak tahun 1967. Israel diketahui telah menjajah wilayah Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur dan Jalur Gaza selama 59 tahun.
Dikutip dari harian Inggris, The Guardian, polisi Israel memberlakukan barikade di pintu masuk menuju ke Al-Aqsa. Alasan mereka menutup komplek Al-Aqsa lantaran serangan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran sejak 28 Februari 2026 lalu.
Pejabat yang berwenang di Israel beralasan akses ke Masjid Al-Aqsa ditutup sebagai langkah keamanan lantaran eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat. Alhasil, ribuan warga Palestina berkumpul dan beribadah di luar komplek pintu masuk kota tua.
Meski begitu, warga Palestina tak sepenuhnya percaya dengan alasan otoritas keamanan Israel itu. Mereka menduga itu bagian dari strategi Israel yang lebih luas untuk memanfaatkan ketegangan keamanan untuk memperketat pembatasan. Selain itu, Israel sejak lama ingin memperkuat kontrol atas kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dikenal sebagai al-Haram al-Sharif bagi umat Muslim.
"Hari ini akan menjadi hari paling menyedihkan bagi para jemaah Muslim di Yerusalem. Saya khawatir peristiwa ini menciptakan preseden berbahaya. Mungkin ini kali pertama terjadi, tetapi bukan yang terakhir," ujar warga Yerusalem, Hazen Bulbul.
