Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengancam akan meningkatkan eskalasi konflik di Lebanon dalam pernyataannya pada Sabtu (11/4/2026). Ia menegaskan bahwa Israel hanya bersedia melakukan perundingan jika persenjataan Hizbullah dilucuti.
Dalam rekaman pidatonya, Netanyahu menyampaikan bahwa Lebanon telah beberapa kali mendekati Israel dalam sebulan terakhir untuk memulai pembicaraan langsung demi mengakhiri konflik.
“Saya menyetujui hal ini, dengan dua syarat: kami ingin melucuti senjata Hizbullah, dan kami menginginkan perjanjian perdamaian nyata yang akan bertahan selama beberapa generasi,” ujarnya, dikutip dari TRT.
