Jakarta, IDN Times - Israel mengaku sudah meluncurkan lebih dari 10.800 serangan udara ke Iran sejak perang meletus pada 28 Februari 2026. Klaim tersebut disampaikan oleh pasukan militer Israel (IDF) pada Jumat (10/4/2026).
IDF menjelaskan, semua serangan udara yang dilakukan telah menghantam 4.000 target strategis dan 6.700 target militer di Iran. Beberapa di antaranya, seperti sistem pertahanan udara, mesin peluncur rudal balistik, lokasi produksi senjata, fasilitas nuklir, markas besar, serta komandan dan pemimpin militer.
Untuk melakukan semua serangan tersebut, IDF menyebut sudah menggunakan lebih dari 18.000 munisi. Jumlah tersebut meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan dengan serangan Israel ke Iran selama 12 hari yang terjadi pada Juni 2025 lalu.
