Jakarta, IDN Times - Ketegangan antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat, menjelang berakhirnya tenggat negosiasi yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Israel bahkan mengeluarkan peringatan langsung kepada warga sipil Iran, untuk menghindari penggunaan transportasi kereta api.
Dalam pernyataan berbahasa Farsi yang dirilis militer Israel, warga Iran diminta menjauhi perjalanan menggunakan kereta sejak pagi hingga malam hari waktu setempat. Peringatan ini secara eksplisit menyebut potensi ancaman terhadap jalur transportasi sipil.
Langkah tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum ultimatum dari Trump berakhir. Tenggat waktu itu diberikan sebagai tekanan agar Iran menerima kesepakatan tertentu, dengan ancaman eskalasi jika negosiasi gagal.
Di sisi lain, retorika dari Washington juga semakin keras. Trump kembali menegaskan kesiapan militernya untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran dalam waktu singkat.
“Iran bisa dilumpuhkan dalam satu malam dan malam itu mungkin besok,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, dilansir dari The Guardian, Selasa (7/4/2026).
Situasi ini memperlihatkan jalur diplomasi masih berjalan, namun dibayangi ancaman serangan besar yang dapat memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.
