Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jaga Pasokan, Korsel Berencana Hapus Batas Usia Maksimal Donor Darah
Ilustrasi kantong darah. (unsplash.com/Aman Chaturvedi)
  • Pemerintah Korea Selatan berencana menaikkan batas usia maksimal donor darah dari 69 menjadi 75 tahun untuk menjaga pasokan darah di tengah menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya populasi lansia.
  • Kebijakan ini mengacu pada studi yang mendorong adopsi standar internasional, mengikuti langkah negara seperti AS dan Inggris yang memperbolehkan donor lansia berdasarkan evaluasi medis berkala.
  • Korsel juga akan mengganti tes fungsi hati ALT dengan metode deteksi langsung virus hepatitis sesuai rekomendasi WHO guna mengurangi pemborosan darah dan meningkatkan efisiensi sistem donor nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) berencana menaikkan batas usia maksimal donor darah dari 69 tahun menjadi 75 tahun. Korsel berupaya menjaga stabilitas pasokan darah nasional di tengah krisis angka kelahiran yang rendah dan pesatnya pertumbuhan populasi lanjut usia (lansia).

Langkah ini merupakan bagian dalam Rencana Pengelolaan Darah dari 2026-2030 yang dirilis Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan pada 13 Mei 2026. Pemerintah tengah meninjau pelonggaran regulasi tersebutt demi mengantisipasi lonjakan permintaan medis dari kelompok lansia, sekaligus menyiasati penyusutan populasi generasi muda, dilansir Korea Herald pada Minggu (17/5/2026).

1. Donor muda berkurang, tetapi pasien lansia melonjak

Potret suasana kota Seoul, Korea Selatan. (pexels.com/Markus Winkler)

Selama ini, pasokan darah Korsel sangat rentan berubah-ubah karena sekitar 55 persen donor berasal dari remaja dan warga berusia 20-an. Ketergantungan ini membuat stok darah kerap merosot tajam saat musim liburan sekolah, cuaca ekstrem, atau masa ujian.

Di sisi lain, populasi remaja hingga usia 20-an di Negeri Ginseng menyusut dari 11,6 juta jiwa pada 2020, menjadi 10,6 juta jiwa pada 2024. Sebaliknya, jumlah pasien penerima transfusi berusia 50 tahun ke atas justru terus melonjak.

Per Mei 2026, cadangan darah nasional cukup untuk penggunaan selama 4,6 hari berdasarkan pasokan sel darah merah. Jumlah tersebut sedikit di bawah tingkat yang direkomendasikan, yakni 5 hari.

2. Korsel berencana ikuti jejak AS dan Inggris

ilustrasi lansia (unsplash.com/zhang kaiyv)

Rencana pelonggaran usia ini mengacu pada sebuah studi yang ditugaskan oleh kementerian pada Desember tahun lalu, dan mendesak adanya adaptasi standar internasional. Beberapa negara maju tercatat telah menerapkan aturan serupa. Amerika Serikat telah menghapus batas usia maksimal donor sepenuhnya. Sementara Inggris, Australia, dan Uni Eropa mengizinkan lansia tetap mendonorkan darah berdasarkan riwayat donor dan evaluasi medis berkala.

"Kami sedang mengkaji berbagai skenario, mulai dari menaikkan batas usia secara bertahap hingga menghapusnya sama sekali dengan menerapkan standar kelayakan medis yang jauh lebih ketat," kata seorang pejabat Kementerian Kesehatan, dikutip dari Korea JoongAng Daily.

3. Gunakan metode baru sesuai standar WHO, demi cegah buang sampah darah

Ilustrasi kantong darah. (pexels.com/Charlie-Helen Robinson)

Selain merevisi batasan usia, pemerintah Korsel juga akan menghapus tes fungsi hati Alanine Aminotransferase (ALT) yang dinilai kurang efektif dan memiliki kegunaan yang terbatas. Selama periode 2020-2024, prosedur lama ini memicu pembuangan massal hingga 32,2 persen dari total kantong darah karena gagal tes ALT.

Sebagai gantinya, otoritas akan beralih ke metode deteksi langsung virus hepatitis yang lebih akurat. Langkah ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk mendukung kebijakan baru ini dan mendorong keterlibatan publik yang berkelanjutan, pemerintah juga berjanji akan meningkatkan apresiasi bagi para donor sukarela. Ini termasuk memberikan penghargaan resmi tingkat perdana menteri hingga presiden.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team