Jemaah haji Indonesia sudah mengenakan kain ihram di Bandara Jeddah (IDN Times/Sunariyah)
Memakai kain ihram dari Indonesia berarti jemaah harus menahan dinginnya AC pesawat selama kurang lebih sembilan jam. Anis menyarankan trik jitu: "Kalau kain ihram ini sendiri cukup kalau dipakai hangat. Jadi nanti kan karena kita statusnya belum niat. Jadi statusnya bisa ditangkupkan seperti ini menyerupai selimut."
Selain itu, karena belum mengucapkan niat ihram, jemaah laki-laki masih diperbolehkan memakai atribut lain di dalam pesawat untuk menghalau dingin. "Jemaah masih boleh pakai misalkan celana pendek dan sebagainya... Kalau laki-laki masih bisa pakai kaos kaki, kemudian masih bisa kemudian ditangkupkan seperti ini. Kalaupun pakai jaket lagi, insyaallah sudah enggak perlu," terang Anis. Jemaah bebas menggunakan minyak wangi sebelum melafalkan niat. Barulah setibanya di Jeddah, semua pakaian larangan ihram wajib dilepas.
Sementara itu, untuk jemaah perempuan, aturan pakaian jauh lebih longgar. "Jadi kalau perempuan relatif aman dan tidak ada masalah hanya mengingatkan untuk penutup wajah saja (yang harus dilepas setelah niat)," imbuh Anis.