Kapal perusak Chokai milik Jepang, kini mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk buatan AS. (x.com/ModJapan_en)
Selain rudal domestik, Jepang mempercepat penguatan militer melalui teknologi Amerika Serikat (AS) dan Norwegia. Kapal perusak Chokai milik Pasukan Bela Diri Maritim (MSDF), yang dilengkapi dengan teknologi Aegis, kini mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk buatan AS dengan jangkauan 1.600 km.
Sementara itu, jet tempur siluman F-35A mulai menerima pasokan Joint Strike Missile buatan Norwegia, sebuah rudal jelajah yang memiliki jangkauan sekitar 500 km. Langkah ini menandai dimulainya fase operasional penuh dari kemampuan serangan balasan negara tersebut, dikutip dari NHK News.
Operasi rudal ini akan berada di bawah Komando Operasi Gabungan yang baru, dengan dukungan intelijen militer AS untuk identifikasi target jarak jauh. Pemerintah Jepang berencana terus meningkatkan jangkauan rudal hingga 2.000 km.
Langkah ini sebagai bagian dari Strategi Keamanan Nasional yang direvisi sejak 2022 di bawah pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida. Saat itu, keputusan tersebut untuk pertama kalinya membuka jalan bagi kemampuan serangan balasan Jepang.