Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. (x.com/Claudia Sheinbaum Pardo)
Dilansir NHK News, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan kesiapannya untuk memenuhi permintaan jangka panjang Negeri Sakura terkait pasokan minyak mentah. Hal ini disampaikannya pada 21 April 2026, menyusul pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sehari sebelumnya.
Sheinbaum mengungkapkan bahwa kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama energi di tengah ketidakpastian situasi di Timur Tengah. Ia juga mengonfirmasi bahwa Tokyo telah lama meminta perusahaan minyak negara, Pemex, untuk memprioritaskan ekspor ke Jepang.
Ia menegaskan ekspor akan difokuskan pada volume surplus yang tidak terserap oleh kilang domestik Meksiko. Berdasarkan komitmen bilateral, sudah terdapat kesepakatan awal mengenai kuota tertentu yang siap dikirimkan ke Jepang.
Meskipun menyambut baik kerja sama ini, kesepakatan tersebut mendapat tantangan logistik mengingat produksi minyak Meksiko yang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Belum ada rincian spesifik mengenai volume pasti surplus yang tersedia untuk diekspor ke Jepang dalam waktu dekat.