Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEO TSMC, CC Wei, saat bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada Kamis (5/2/2026) di Tokyo. (x.com/JPN_PMO)
CEO TSMC, CC Wei, saat bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada Kamis (5/2/2026) di Tokyo. (x.com/JPN_PMO)

Intinya sih...

  • Kemitraan dengan TSMC akan menjadi model. Ekspansi TSMC ke Kumamoto, perkuat industri semikonduktor Jepang

  • Chip 3 nanometer ini diharapkan dapat digunakan dalam aplikasi yang sangat dibutuhkan, seperti di pusat data untuk kecerdasan buatan, robot bertenaga AI dan kendaraan otonom, hingga ponsel pintar.

  • Tingginya permintaan global untuk chip, perusahaan tersebut memutuskan untuk memproduksi semikonduktor dengan kinerja yang lebih baik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) berencana memproduksi secara massal chip 3 nanometer di Prefektur Kumamoto. Jika terwujud, ini akan menjadi yang pertama di Jepang. Hal ini disampaikan oleh CEO TSMC, CC Wei, kepada Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, selama pertemuan mereka pada Kamis (5/2/2026) di Tokyo.

"Teknologi 3 nanometer saat ini adalah proses paling canggih yang digunakan oleh produk artificial intelligence (AI) dan ponsel pintar. Kami percaya pabrik ini akan semakin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, dan yang terpenting membentuk fondasi bisnis AI Jepang," kata Wei, dikutip dari NHK News.

Proyek tersebut merupakan perkembangan penting karena TSMC adalah salah satu produsen semikonduktor terkemuka di dunia. Langkah perusahaan raksasa tersebut untuk membangun kemampuan produksi canggih di Negeri Sakura, menyoroti semakin pentingnya Jepang dalam rantai pasokan semikonduktor global.

1. PM Takaichi sambut baik kerja sama TSMC

Takaichi menyambut baik langkah itu. Ia berjanji akan memperluas dukungan pemerintah untuk rencana tersebut karena proyek itu penting untuk keamanan ekonomi.

"Kami akan mempromosikan investasi dalam manajemen krisis dan pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi publik-swasta. AI dan semikonduktor adalah sektor kunci. Kemitraan dengan TSMC akan menjadi model," ungkapnya.

Dengan ekspansi ke Jepang, TSMC membantu negara tersebut memperkuat industri semikonduktornya. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah menghadapi tantangan karena persaingan global dan pergeseran dominasi manufaktur, di mana produsen China memperluas pangsa pasar mereka. Pabrik semikonduktor yang mampu memproduksi chip berukuran kurang dari 10 nanometer saat ini terpusat di Taiwan dan Amerika Serikat.

Kabinet Takaichi berupaya mendatangkan pabrik ke Jepang melalui subsidi dan insentif lainnya. Pihaknya memprioritaskan investasi terkonsentrasi di sektor-sektor pertumbuhan, seperti semikonduktor, AI, dan teknologi digital.

2. Ekspansi TSMC ke Kumamoto, perkuat industri semikonduktor Jepang

Ilustrasi chip. (pexels.com/Craig Dennis)

Chip 3 nanometer ini diharapkan dapat digunakan dalam aplikasi yang sangat dibutuhkan, seperti di pusat data untuk kecerdasan buatan, robot bertenaga AI untuk manufaktur canggih dan kendaraan otonom, hingga ponsel pintar. Sebab, chip tersebut menawarkan efisiensi daya dan kinerja yang lebih baik, dibandingkan pendahulunya. Saat ini, belum ada basis manufaktur dalam negeri yang mampu memproduksinya. Namun, rencana terbaru ini diharapkan dapat memperkuat pasokan semikonduktor yang stabil ke industri di Jepang.

Awalnya, TSMC berencana memproduksi semikonduktor berukuran 5-12 nanometer di pabrik keduanya di prefektur tersebut, yang sedang dibangun di Kikuyo. Namun, tingginya permintaan global untuk chip, perusahaan tersebut memutuskan untuk memproduksi semikonduktor dengan kinerja yang lebih tinggi.

TSMC akan meningkatkan investasi modalnya di pabrik kedua dari 1,8 triliun yen (sekitar Rp193,6 triliun) menjadi 2,6 triliun yen (Rp279,7 triliun), Yomiuri Shimbun melaporkan.

3. Kekhawatiran Jepang terhadap keamanan rantai pasokan

Ilustrasi bendera Jepang. (unsplash.com/Roméo A.)

Prefektur Kumamoto, menjadi pabrik pertama TSMC di Jepang, yang mulai beroperasi penuh pada 2024. Pabrik ini memproduksi chip kelas 12 hingga 28 nanometer, yang digunakan untuk mobil dan peralatan industri.

Fasilitas Kumamoto merupakan usaha patungan antara TSMC dan pemerintah Negeri Sakura. Ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas oleh Jepang, guna menghidupkan kembali kemampuan manufaktur semikonduktor domestiknya. Serta, mengurangi ketergantungannya pada pemasok asing.

Langkah tersebut juga dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan rantai pasokan dan potensi risiko ketergantungan berlebihan pada wilayah tertentu. Ini mengingat ketergantungan antara China dan Taiwan. Ekspansi ini dapat memiliki implikasi yang luas bagi industri teknologi. Alasannya, dapat membantu menstabilkan pasokan chip canggih, khususnya di pasar seperti otomotif, elektronik konsumen, dan pusat data.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team