Jakarta, IDN Times - Alliance of Sahel States (AES) yang terdiri dari Burkina Faso, Mali, dan Niger menyatakan penolakan terhadap desakan dari Uni Eropa (UE) untuk membebaskan eks Presiden Niger, Mohamed Bazoum. Kebijakan ini dianggap sebagai intervensi urusan dalam negeri Niger.
“Resolusi dari Parlemen Eropa terkait pembebasan Bazoum sesegera mungkin dan tanpa syarat adalah sebuah agresi kepada kedaulatan Niger,” terang Kementerian Dalam Negeri Niger, dilansir Africa News, Senin (23/3/2026).
Beberapa tahun terakhir, hubungan negara-negara pimpinan junta militer di Afrika Barat dengan UE menegang. Negara tersebut juga sudah mengusir tentara Prancis yang ditugaskan untuk melawan kelompok teroris.
