Serangan Teroris di Niger Tewaskan Lebih dari 1.900 Orang pada 2025

- Lebih dari 1.900 orang tewas akibat serangan teroris di Niger sepanjang 2025, dengan Tillaberi menjadi wilayah paling terdampak dan mencatat lebih dari 1.300 korban jiwa.
- Warga di wilayah yang dikuasai kelompok jihadis dipaksa mengikuti aturan hukum Islam, sementara kekerasan terhadap warga sipil terus meningkat seiring berkembangnya militan lokal.
- Militer Niger menggagalkan serangan di Pangkalan Udara Tahoua, menewaskan tujuh terduga teroris dan menangkap lima lainnya, meski belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab.
Jakarta, IDN Times - Gelombang serangan teroris terus terjadi di Niger dalam setahun terakhir. Sedangkan pusat serangan terorisme terletak di Tillaberi, bagian barat Niger yang berbatasan dengan Mali dan Burkina Faso.
“Tillaberi terletak di poros perbatasan dengan Mali dan Burkina Faso yang terdampak instabilitas imbas aktivitas kelompok jihadis. Aksi tersebut meliputi pembunuhan, penjarahan, dan pemerasan,” ungkap Koordinator Union Tillaberi for Peace and Security, Amadou Arouna Maiga, dikutip dari Africa News, Jumat (13/3/2026).
Usai kudeta militer, Niger masih dihadapkan pada masalah instabilitas. Junta militer Niger belum mampu mengendalikan serangan dan memastikan keamanan dari kelompok afiliasi ISIS dan Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM).
1. Terdapat lebih dari 1.300 orang tewas di Tillaberi
Organisasi non-profit, Armed Conflict Location & Event Data (ACLED) mengatakan bahwa korban tewas imbas kasus teroris di seluruh Niger mencapai 1.939 orang. Sebanyak 1.300 di antara seluruh korban tewas tersebut berada di Tillaberi.
Kasus serangan teroris terbesar terjadi saat upacara baptis yang menewaskan 22 orang, serangan di acara sermon yang menewaskan 71 orang, dan serangan di masjid menewaskan 44 orang. Sementara, 34 tentara tewas dan 2 wali kota dibunuh.
2. Warga terpaksa mengikuti aturan dari kelompok jihadis
Seluruh warga yang menetap di area yang dikontrol kelompok jihadis disebut harus mengikuti aturan dari hukum Islam. Tak jarang sejumlah jalanan utama berada di bawah pengamanan militer kelompok jihadis.
Pakar dari ACLED, Heni Nsaibia mengungkapkan kekhawatirannya terkait berlanjutnya kekerasan terhadap warga sipil di Tillaberi. Sebab, kelompok militan lokal juga terus berkembang meski awalnya hanya untuk mempertahankan diri dari kelompok jihadis.
3. Serangan teroris terjadi di Pangkalan Udara Tahoua
Pekan lalu, Niger mengaku berhasil menggagalkan serangan teroris di Pangkalan Udara Tahoua. Militer Niger menyebut terdapat tujuh terduga teroris yang tewas dan sebanyak lima lainnya berhasil diamankan.
Dilansir APA News, militer Niger juga berhasil menyita sejumlah uang tunai dan peralatan lainnya. Hingga saat ini, tidak ada satu pun kelompok jihadis yang mengaku bertanggung jawab dalam peristiwa terorisme kali ini.


















