Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kanada Bakal Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Kuba
potret Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand (flickr.com/U.S. Secretary of Defense via commons.wikimedia.org/U.S. Secretary of Defense)
  • Pemerintah Kanada berencana mengirim bantuan kemanusiaan ke Kuba, namun detail jenis bantuannya belum diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Anita Anand.
  • Bantuan ini ditujukan untuk membantu Kuba menghadapi dampak embargo ekonomi Amerika Serikat yang menyebabkan krisis energi dan gangguan aktivitas sehari-hari.
  • PBB turut menyoroti kondisi krisis di Kuba dan menyatakan sedang menyiapkan langkah bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak kekurangan bahan bakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kanada dikabarkan akan mengirim bantuan kemanusiaan untuk Kuba. Kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, pada Senin (23/2/2026).

Anand tidak menyebutkan detail bantuan kemanusiaan apa saja yang akan dikirim Kanada ke Kuba. Ia juga belum mau berkomentar lebih jauh soal hal tersebut sampai pemerintah memberi keputusan yang jelas.

“Kami sedang menyiapkan rencana untuk memberikan bantuan (untuk Kuba). Saat ini, kami belum siap untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai pengumuman tersebut,” kata Anand, seperti dilansir The Strait Times

1. Bantuan diberikan untuk membantu Kuba yang tertekan embargo ekonomi Amerika Serikat

ilustrasi bantuan kemanusiaan (pexels.com/RDNE Stock project)

Bantuan ini diberikan sebagai upaya Kanada untuk membantu Kuba yang sedang tertekan embargo ekonomi dari Amerika Serikat. Sebab, saat ini, AS makin gencar melakukan embargo kepada Kuba, terutama untuk produk minyak.

Beberapa waktu yang lalu, Trump melarang negara-negara penghasil minyak dunia untuk menjual minyaknya ke Kuba. Jika melanggar, Trump akan memberikan tarif dagang tinggi kepada negara-negara tersebut. Hal ini lantas membuat cadangan Kuba minyak menurun drastis sehingga terjadi krisis energi.

Krisis energi ini membuat beberapa tambang asing di Kuba terpaksa berhenti beroperasi dan membuat bangunan-bangunan jadi sering mati listrik. Sebab, pembangkit listrik tidak bisa beroperasi karena kekurangan bahan bakar. Selain itu, krisis energi ini juga membuat Ibu Kota Havana dibanjiri sampah. Ini terjadi karena truk kebersihan milik otoritas setempat tidak bisa beroperasi imbas tidak ada bahan bakar. 

2. Embargo AS di Kuba sudah terjadi sejak 1960-an

ilustrasi embargo (unsplash.com/Sandy Millar)

AS sendiri sebetulnya sudah melakukan embargo ekonomi kepada Kuba sejak 1960-an. Namun, sejak Donald Trump menjabat lagi sebagai presiden pada Januari 2025 lalu, Negeri Paman Sam makin gencar memberikan embargo terhadap Kuba, terutama untuk produk minyak dan gas bumi.

Kuba sendiri memang kerap mengimpor produk minyak dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional. Sebab, produksi minyak mereka tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Kuba mendapatkan sebagian besar pasokan minyaknya dari Venezuela dan Meksiko. Namun, Venezuela sudah berhenti menyuplai minyak ke Kuba sejak pertengahan Desember 2025 lalu karena embargo dari AS. Di sisi lain, Meksiko sebetulnya masih ingin mengekspor minyaknya ke Kuba. Namun, mereka memutuskan untuk menahan ekspor tersebut karena khawatir akan tarif dari AS.

3. PBB menyoroti krisis energi yang terjadi di Kuba

potret bendera PBB (pexels.com/Niklas Jeromin)

Krisis energi yang sedang terjadi di Kuba saat ini sudah mendapat sorotan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk mengatasi masalah ini, PBB juga akan berupaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Kuba.

"Sekretaris Jenderal (PBB) telah mengikuti situasi di Kuba dengan sangat cermat. Aku dapat mengatakan bahwa beliau sangat prihatin dengan situasi di Kuba yang semakin memburuk karena kebutuhan minyak terus tidak terpenuhi," kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dilansir Anadolu Agency.

“Namun, tim kami di lapangan sedang bekerja keras untuk menyediakan bantuan kemanusiaan kepada warga Kuba,” lanjutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team