Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kerusuhan Penjara Kuba, Napi Ingin Segera Bebas

Kerusuhan Penjara Kuba, Napi Ingin Segera Bebas
suasana di dalam penjara (unsplash.com/ansleycreative)
Intinya Sih
  • Kerusuhan terjadi di penjara Canaleta, Kuba, saat narapidana menuntut kebebasan dan memprotes kondisi buruk seperti kelaparan, kekerasan, serta kekurangan air di tengah krisis ekonomi nasional.
  • CDPC melaporkan meningkatnya pelanggaran HAM di penjara Kuba dengan 60 narapidana tewas dalam setahun akibat kurangnya perawatan medis dan perlakuan kasar dari petugas keamanan.
  • Di sisi diplomatik, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melakukan negosiasi rahasia dengan cucu Raul Castro untuk membahas masa depan Kuba dan kemungkinan kerja sama ekonomi baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kelompok penegak hak asasi manusia (HAM), Penjaga Penjara dan Pusat Dokumentasi Penjara (CDPC) mengungkapkan adanya kerusuhan di dalam penjara di Kuba. Insiden itu terjadi di penjara tingkat keamanan tinggi, Canaleta di Ciego de Avila. 

“Kerusuhan sudah terjadi di penjara Canaleta, Ciego de Avila. Sejumlah narapidana menginginkan kebebasan untuk Kuba di tengah krisis ekonomi,” ungkap CDPC, dikutip dari The Latin Times, Jumat (20/2/2026).

Beberapa bulan terakhir, Kuba dilanda krisis ekonomi dan energi imbas blokade Amerika Serikat (AS). Krisis semakin memburuk setelah penangkapan eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada awal Januari 2026. 

1. Polisi sudah diterjunkan ke penjara Canaleta

Tokoh oposisi Kuba, Jose Daniel Ferrer Garcia mengungkapkan bahwa polisi anti-huru hara sudah diterjunkan ke penjara Canaleta. Polisi sudah dilengkapi dengan senapan peluru karet dan semprotan merica. 

Menurutnya, narapidana melakukan demonstrasi karena buruknya kondisi di dalam penjara. Mereka memprotes karena kelaparan, terdampak kekerasan dan pemukulan, dan kekurangan air. 

Ferrer menyebut, narapidana sudah memblokir pintu penjara agar penjaga tidak dapat masuk. Terdapat kabar petugas keamanan yang melakukan kekerasan untuk mengontrol salah satu blok penjara. 

2. Terdapat masalah besar di penjara Kuba

CDPC mengungkapkan bahwa sudah ada masalah kekerasan penjara di Kuba. Terhitung sudah ada kabar soal kasus tewasnya narapidana akibat ketidakpedulian, masalah kesehatan, dan hukuman dalam beberapa tahun terakhir. 

Dilansir EFE, organisasi yang berbasis di Meksiko itu sudah melaporkan setidaknya 60 narapidana tewas antara Maret 2024 hingga Maret 2025. Sebanyak 47 di antaranya tewas akibat kesehatan fisik dan mental serta kurangnya perawatan medis.  

Tak hanya itu, CDPC juga melaporkan adanya 1.330 pelanggaran HAM di dalam penjara Kuba. Kasus tertinggi adalah represi dan perlakuan kasar dari petugas penjara. 

3. Rubio adakan negosiasi rahasia dengan cucu Raul Castro

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan sudah mengadakan negosiasi rahasia dengan cucu eks Presiden Kuba, Raul Castro. Keduanya membicarakan soal masa depan negara Karibia tersebut. 

Namun, cucu Raul Castro, Rodriguez Castro dikenal memiliki orientasi lebih ke bisnis dan percaya bahwa paham komunisme telah gagal. Menurutnya, pendekatan dan negosiasi dengan AS akan berguna dan menguntungkan Kuba. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More