Jakarta, IDN Times – Ketegangan geopolitik di Laut Karibia kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) resmi mengerahkan kekuatan militernya ke kawasan tersebut pada Rabu (20/5/2026). Langkah itu disebut menjadi bagian dari peningkatan tekanan Washington terhadap Kuba. Fokus utama pengerahan ini terlihat dari tibanya kapal induk USS Nimitz bersama kelompok tempurnya.
Berdasarkan data teknis armada yang beroperasi sejak 1975 itu, USS Nimitz membawa sayap udara lengkap yang mencakup jet tempur F/A-18E Super Hornets, pesawat perang elektronik EA-18G Growlers, pesawat pengintai E-2D Hawkeyes, pesawat angkut C-2A Greyhounds, hingga helikopter MH-60R/S Sea Hawks. Kapal induk tersebut juga dikawal kapal perusak kelas Arleigh Burke USS Gridley serta kapal pengisi bahan bakar USNS Patuxent.
