Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Sebut Akan Selesaikan Masalah Kuba dengan Mudah

Trump Sebut Akan Selesaikan Masalah Kuba dengan Mudah
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Donald Trump menyebut Kuba sebagai negara gagal dan menegaskan AS siap membantu, bahkan mengklaim dapat menyelesaikan masalah di sana dengan mudah.
  • Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada 11 pejabat politik dan militer Kuba, termasuk pemblokiran aset serta larangan kerja sama bagi warga Amerika.
  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menilai sanksi baru AS tidak berdampak karena pejabatnya tak memiliki aset di Amerika, sambil mengecam tekanan ekonomi yang dianggap ilegal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa tidak sulit untuk menyelesaikan situasi di Kuba. Sebab, Kuba sudah menjadi negara gagal dan membutuhkan pertolongan dari negara lain. 

“Kuba sudah memanggil kami. Mereka butuh bantuan. Kuba adalah negara gagal. Kuba membutuhkan bantuan dan kami akan memberikannya,” terangnya, dikutip dari EFE, Rabu (20/5/2026). 

Sebelumnya, sudah ada kabar terkait Kuba yang membeli 300 drone dari Rusia dan Iran. Namun, Havana membantah negaranya memberikan ancaman kepada negara lain, termasuk AS. 

1. Trump apresiasi warga keturunan Kuba di Miami

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)

Trump juga mengapresiasi warga Kuba-Amerika di Miami yang 97 persen di antaranya memilihnya. Ia mengatakan akan membantu mereka karena sudah diperlakukan buruk oleh pemerintah Kuba. 

“Ini tidak akan sulit untuk bagi kami mengatasi masalah di Kuba. Saya dapat melakukannya, mengubah rezim atau tidak. Kuba sudah menjadi rezim yang keras kepala dan membunuh banyak orang,” tuturnya. 

Menurutnya, Kuba saat ini tidak memiliki apa-apa dan membutuhkan bantuan. Mereka tidak dapat menyalakan lampu dan tidak ada sumber untuk makan. 

2. AS kembali jatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat Kuba

ilustrasi bendera Kuba
ilustrasi bendera Kuba (Pexels/El gringo photo)

Sehari sebelumnya,, AS memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada 11 pejabat politik dan militer Kuba. Pejabat yang masuk dalam daftar sanksi adalah Menteri Komunikasi Kuba, Mayra Arevich Marin dan Menteri Energi dan Pertambangan, Vicente de la O Levy. 

Sanski baru dari Office of Foreign Assets Control (OFAC) termasuk pemblokiran seluruh aset individu terkait di AS. Selain itu, seluruh warga AS dilarang menjalin kerja sama atau berbisnis dengan individu yang disanksi. 

3. Presiden Kuba sebut sanksi baru AS tidak berdampak

Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel.
Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel menyampaikan bahwa keputusan sanksi kepada 11 pejabat politik dan militer Kuba tidak berdampak. Menurutnya, pejabat di Kuba tidak memiliki aset atau properti dalam yurisdiksi Amerika. 

Ia menekankan bahwa AS berupaya untuk menekan Kuba untuk mengubah sistem politik dan ekonominya dengan memblokir suplai minyak. Tindakan AS tersebut dinilai ilegal dan tidak bermoral karena menghukum seluruh rakyat Kuba. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More