Trump Sebut Akan Selesaikan Masalah Kuba dengan Mudah

- Donald Trump menyebut Kuba sebagai negara gagal dan menegaskan AS siap membantu, bahkan mengklaim dapat menyelesaikan masalah di sana dengan mudah.
- Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada 11 pejabat politik dan militer Kuba, termasuk pemblokiran aset serta larangan kerja sama bagi warga Amerika.
- Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menilai sanksi baru AS tidak berdampak karena pejabatnya tak memiliki aset di Amerika, sambil mengecam tekanan ekonomi yang dianggap ilegal.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa tidak sulit untuk menyelesaikan situasi di Kuba. Sebab, Kuba sudah menjadi negara gagal dan membutuhkan pertolongan dari negara lain.
“Kuba sudah memanggil kami. Mereka butuh bantuan. Kuba adalah negara gagal. Kuba membutuhkan bantuan dan kami akan memberikannya,” terangnya, dikutip dari EFE, Rabu (20/5/2026).
Sebelumnya, sudah ada kabar terkait Kuba yang membeli 300 drone dari Rusia dan Iran. Namun, Havana membantah negaranya memberikan ancaman kepada negara lain, termasuk AS.
1. Trump apresiasi warga keturunan Kuba di Miami

Trump juga mengapresiasi warga Kuba-Amerika di Miami yang 97 persen di antaranya memilihnya. Ia mengatakan akan membantu mereka karena sudah diperlakukan buruk oleh pemerintah Kuba.
“Ini tidak akan sulit untuk bagi kami mengatasi masalah di Kuba. Saya dapat melakukannya, mengubah rezim atau tidak. Kuba sudah menjadi rezim yang keras kepala dan membunuh banyak orang,” tuturnya.
Menurutnya, Kuba saat ini tidak memiliki apa-apa dan membutuhkan bantuan. Mereka tidak dapat menyalakan lampu dan tidak ada sumber untuk makan.
2. AS kembali jatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat Kuba

Sehari sebelumnya,, AS memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada 11 pejabat politik dan militer Kuba. Pejabat yang masuk dalam daftar sanksi adalah Menteri Komunikasi Kuba, Mayra Arevich Marin dan Menteri Energi dan Pertambangan, Vicente de la O Levy.
Sanski baru dari Office of Foreign Assets Control (OFAC) termasuk pemblokiran seluruh aset individu terkait di AS. Selain itu, seluruh warga AS dilarang menjalin kerja sama atau berbisnis dengan individu yang disanksi.
3. Presiden Kuba sebut sanksi baru AS tidak berdampak

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel menyampaikan bahwa keputusan sanksi kepada 11 pejabat politik dan militer Kuba tidak berdampak. Menurutnya, pejabat di Kuba tidak memiliki aset atau properti dalam yurisdiksi Amerika.
Ia menekankan bahwa AS berupaya untuk menekan Kuba untuk mengubah sistem politik dan ekonominya dengan memblokir suplai minyak. Tindakan AS tersebut dinilai ilegal dan tidak bermoral karena menghukum seluruh rakyat Kuba.


















