Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perahu rusak (unsplash.com/Christopher Eden)
ilustrasi perahu rusak (unsplash.com/Christopher Eden)

Intinya sih...

  • Beberapa korban selamat dalam kondisi kritis.

  • Sejauh ini, hanya tujuh jenazah yang telah ditemukan, sementara puluhan penumpang lainnya masih hilang.

  • Gambia jadi titik keberangkatan bagi migran untuk mencapai Kepulauan Canary

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah kapal yang membawa lebih dari 200 migran tenggelam di lepas pantai Gambia pada Kamis (1/1/2025). Sedikitnya 96 orang berhasil diselamatkan dan tujuh lainnya ditemukan tewas.

Menurut Kementerian Pertahanan Gambia, kapal tersebut dilaporkan terbalik di dekat sebuah desa di wilayah North Bank, Gambia, sekitar tengah malam. Setelah menerima panggilan darurat, angkatan laut Gambia langsung meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan, dengan melibatkan beberapa kapal angkatan laut. Sebuah kapal nelayan juga datang untuk membantu.

1. Beberapa korban selamat dalam kondisi kritis

Dari 96 orang yang berhasil diselamatkan, tujuh di antaranya kritis dan harus menerima perawatan medis darurat. Sejauh ini, hanya tujuh jenazah yang telah ditemukan, sementara puluhan penumpang lainnya masih hilang.

Kementerian mengatakan bahwa beberapa korban telah diidentifikasi sebagai warga non-Gambia, dan pihak berwenang saat ini sedang memverifikasi identitas mereka. Sementara itu, kapal yang karam tersebut telah ditemukan terdampar di sebuah gundukan pasir.

2. Gambia jadi titik keberangkatan bagi migran untuk mencapai Kepulauan Canary

Sedikitnya 70 orang tewas ketika sebuah kapal migran yang diduga berangkat dari Gambia terbalik pada Agustus 2025. Ini menjadi salah satu kecelakaan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari Al Jazeera, Gambia telah menjadi titik keberangkatan bagi migran dan pencari suaka dari Afrika Barat yang ingin menyeberang dengan perahu menuju Kepulauan Canary di Spanyol, gerbang ke daratan Eropa. Rute ini termasuk salah satu yang paling berbahaya di dunia.

3. Lebih dari 10 ribu migran tewas saat menyeberang ke Kepulauan Canary

Menurut Uni Eropa (UE), lebih dari 46 ribu migran berhasil mencapai Kepulauan Canary sepanjang 2024. Sementara itu, kelompok hak asasi manusia Caminando Fronteras mencatat lebih dari 10 ribu orang meninggal dalam perjalanan tersebut, naik 58 persen dibandingkan 2023, dikutip dari TRT.

Namun, badan perbatasan Frontex melaporkan bahwa migrasi ilegal ke UE melalui rute Afrika Barat turun 60 persen selama 11 bulan pertama 2025. Badan tersebut mengaitkan penurunan ini dengan upaya pencegahan yang lebih ekstra dari negara-negara asal keberangkatan.

Meski demikian, langkah ini belum sepenuhnya mampu menghentikan para migran dan pencari suaka yang tetap berusaha mencapai Eropa dengan kapal yang kecil dan sering kali penuh sesak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team