Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapal tenggelam di laut.
potret kapal tenggelam (pexels.com/Necip Duman)

Intinya sih...

  • Kapal M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam di laut selatan Filipina.

  • Penyebab tenggelamnya kapal diduga karena masalah teknis, bukan cuaca.

  • Kecelakaan kapal laut sering terjadi di Filipina akibat cuaca buruk atau kondisi kapal yang tidak layak jalan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah kapal feri yang membawa lebih dari 350 penumpang dilaporkan tenggelam di laut dekat pulau yang berada di selatan Filipina pada Senin (26/1/2026) dini hari waktu setempat. Menurut keterangan otoritas setempat, sebanyak 316 penumpang berhasil selamat, sedangkan 15 lainnya dilaporkan tewas.

Korban selamat dan korban tewas kini sudah dievakuasi oleh petugas penyelamat. Korban selamat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, korban tewas akan segera disemayamkan di kampung halaman masing-masing.

1. Kapal diduga tenggelam karena masalah teknis

potret kapal tenggelam (unsplash.com/Seval Torun)

Kapal bernama M/V Trisha Kerstin 3 tersebut dilaporkan bakal berlayar menuju ke Pulau Jolo yang terletak di Provinsi Sulu. Kapal itu berangkat dari kota pelabuhan Zamboanga dengan membawa 332 penumpang dan 27 awak kapal.

Namun, nahas, kapal tersebut tiba-tiba terbalik di laut Provinsi Basilan yang berada di selatan Filipina. Setelah itu, kapal tersebut perlahan tenggelam ke dasar laut.

Saat ini, otoritas setempat sedang mencari tahu penyebab tenggelamnya kapal. Mereka menduga kapal tenggelam karena masalah teknis, bukan masalah cuaca. Sebab, saat insiden terjadi, cuaca dilaporkan sedang dalam keadaan baik. Sebelum berangkat, kapal juga dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak kelebihan muatan.

2. Penjaga pantai langsung menyelamatkan korban

potret penjaga pantai (pixabay.com/Dimitri Iakymuk)

Saat kapal mulai tenggelam, petugas keselamatan yang ada di kapal langsung menghubungi penjaga pantai untuk meminta bantuan. Pada saat itu pula, petugas penjaga pantai yang ada di lokasi kejadian langsung mengerahkan kapal penyelamat untuk mengevakuasi para korban.

“Ada seorang petugas keselamatan penjaga pantai di atas kapal. Dialah yang pertama kali menelepon dan memperingatkan kami untuk mengerahkan kapal penyelamat,” kata salah satu petugas penjaga pantai, Romel Dua, dilansir CNN.

Petugas penyelamat sebetulnya sempat kekurangan orang untuk menolong para korban. Sebab, insiden terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan jumlah korban yang cukup banyak.  

3. Kecelakaan kapal laut sering terjadi di Filipina

potret kapal tenggelam (unsplash.com/christian romei)

Kecelakaan kapal laut memang sering terjadi di Filipina. Biasanya, kecelakaan disebabkan karena cuaca buruk atau kondisi kapal yang tidak layak jalan.

Pada Jumat (23/1/2026) lalu, sebuah kapal kargo umum berbendera Singapura yang sedang dalam perjalanan menuju ke China dari Pulau Mindanao dilaporkan tenggelam. Insiden ini menewaskan 2 orang, sedangkan 15 lainnya berhasil selamat. Namun, empat orang masih dinyatakan hilang.

Tidak hanya itu. Pada Senin (19/1/2026) lalu, sebuah kapal pribadi juga tenggelam di lepas pantai wilayah Davao di dekat Pulau Mindanao. Imbas insiden ini, 6 orang dilaporkan tewas, sedangkan 9 lainnya masih hilang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team