Jakarta, IDN Times - Institut Keamanan Kesehatan Jepang (JIHS) melaporkan lonjakan tajam kasus campak yang mencapai 362 kasus per 19 April 2026. Angka tersebut telah melampaui total tahun lalu yang tercatat 265 kasus dan menunjukkan peningkatan infeksi tercepat sejak 2020, dengan 57 kasus baru dilaporkan dalam satu pekan terakhir, dilansir Yomiuri Shimbun.
Sebelumnya, penyakit campak telah dinyatakan hilang di Jepang. Oleh karena itu, diduga tren saat ini dipicu oleh virus yang dibawa dari luar negeri, dengan 70 persen penularan kini terjadi di dalam negeri.
Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular, menyebar melalui udara, percikan droplet, dan kontak fisik. Gejalanya meliputi demam, batuk, dan ruam. Penyakit ini juga dapat berujung fatal dalam kasus berat.
