Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Ampuh Menjaga Imunitas agar Tidak Mudah Tertular Campak

5 Cara Ampuh Menjaga Imunitas agar Tidak Mudah Tertular Campak
ilustrasi campak (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Kasus campak meningkat membuat masyarakat waspada, sehingga penting menjaga imunitas dengan kebiasaan sehat dan konsisten dalam aktivitas sehari-hari.
  • Tidur cukup, pola makan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga menjadi kunci utama memperkuat sistem imun agar tubuh tidak mudah tertular penyakit.
  • Menghindari stres berlebihan dan menjaga kebersihan diri, terutama mencuci tangan serta tidak menyentuh wajah sembarangan, membantu mencegah penurunan daya tahan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belakangan ini, kabar tentang meningkatnya kasus campak mulai bikin banyak orang merasa was-was, apalagi karena penularannya terbilang cepat. Mungkin kamu juga mulai lebih sering memperhatikan kondisi tubuh, khawatir kalau imunitas lagi menurun tanpa disadari. Masalahnya, gak semua orang benar-benar paham bagaimana cara menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal di situasi seperti ini.

Banyak yang merasa pola hidupnya sudah sehat, padahal tanpa disadari masih ada kebiasaan sepele yang justru membuat daya tahan tubuh melemah. Padahal, menjaga imunitas tidak selalu sulit atau membutuhkan biaya besar jika dilakukan dengan cara yang tepat. Supaya tidak keliru dalam menjaganya, yuk simak cara ampuh menjaga imunitas agar tidak mudah tertular berikut ini!

1. Jangan anggap sepele pola tidur yang berantakan

ilustrasi kurang tidur
ilustrasi kurang tidur (freepik.com/wavebreakmedia_micro)

Banyak orang masih menganggap begadang sebagai hal biasa, apalagi kalau alasannya kerja atau scroll media sosial sampai larut malam. Padahal, kebiasaan ini diam-diam bisa menurunkan daya tahan tubuh karena tubuh tidak mendapat waktu istirahat yang cukup. Saat kurang tidur, sistem imun jadi tidak bekerja optimal dalam melawan virus, termasuk campak.

Akibatnya, tubuh lebih cepat terasa lelah, daya tahan menurun, dan waktu pemulihan saat sakit bisa berlangsung lebih lama dari biasanya. Kondisi ini memang sering tidak langsung terasa, tetapi perlahan akan berdampak jika kebiasaan tersebut terus dilakukan tanpa perbaikan. Karena itu, biasakan tidur cukup sekitar 7–8 jam setiap malam agar tubuh memiliki waktu optimal untuk memulihkan energi sekaligus memperkuat sistem imun.

2. Hindari pola makan tidak seimbang yang bikin imun melemah

ilustrasi pola makan yang tidak terkontrol
ilustrasi pola makan yang tidak terkontrol (freepik.com/studioredcup)

Rutinitas yang padat sering membuat banyak orang memilih makanan secara asal tanpa benar-benar memperhatikan nilai gizinya. Pilihan seperti makanan cepat saji memang terasa praktis dan mengenyangkan, tetapi jika terlalu sering dikonsumsi bisa membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral penting. Padahal, nutrisi seperti vitamin C, vitamin D, dan zinc memiliki peran besar dalam membantu sistem imun tetap kuat dan optimal melawan infeksi.

Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, tubuh jadi lebih mudah terserang infeksi dan sulit melawan virus. Situasi ini sering terjadi tanpa disadari karena efeknya tidak langsung terasa. Cobalah mulai memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan protein seimbang agar imunitas tetap terjaga setiap hari.

3. Upayakan tetap aktif bergerak dan berolahraga

ilustrasi olahraga basket
ilustrasi olahraga basket (freepik.com/freepik)

Di tengah gaya hidup serba digital, banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu terlalu lama duduk di depan layar, baik untuk bekerja maupun hiburan. Minimnya aktivitas fisik membuat aliran darah tidak lancar sehingga distribusi oksigen dan nutrisi dalam tubuh jadi kurang maksimal. Kondisi ini akhirnya membuat sistem imun melemah dan tubuh tidak cukup siap melawan paparan virus dari lingkungan sekitar.

Bahkan, kebiasaan ini juga bisa memicu rasa lemas dan menurunkan energi sepanjang hari. Tanpa disadari, kondisi ini membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit. Luangkan waktu setidaknya 20–30 menit untuk olahraga ringan seperti jalan kaki atau stretching agar tubuh tetap bugar.

4. Hindari kebiasaan menyentuh wajah tanpa sadar

ilustrasi wanita yang sering menyentuh kulit wajah (freepik.com/freepik)
ilustrasi wanita yang sering menyentuh kulit wajah (freepik.com/freepik)

Tanpa disadari, banyak orang sering menyentuh wajah, terutama area mata, hidung, dan mulut. Padahal, tangan bisa menjadi perantara berbagai kuman dan virus dari benda yang kita pegang. Kebiasaan ini meningkatkan risiko masuknya virus ke dalam tubuh, terutama saat berada di tempat umum.

Dampaknya, risiko tertular penyakit menjadi lebih tinggi meskipun kebiasaan ini sering dianggap sepele. Kondisi tersebut bisa semakin parah jika kebiasaan mencuci tangan belum dilakukan secara konsisten. Karena itu, penting untuk rutin mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah sembarangan agar penyebaran kuman dapat ditekan.

5. Kelola stres berlebihan agar daya tahan tubuh terjaga

ilsutrasi stres karena pekerjaan
ilustrasi stres karena pekerjaan (freepik.com/jcomp)

Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau berita yang mengkhawatirkan sering membuat pikiran jadi stres. Kondisi ini ternyata tidak hanya berdampak pada mental, tapi juga memengaruhi sistem imun tubuh. Saat stres meningkat, tubuh memproduksi hormon kortisol yang bisa menekan kinerja imun.

Dampaknya, sistem pertahanan tubuh melemah sehingga lebih mudah terserang infeksi dan kurang efektif melawan virus yang masuk. Jika dibiarkan, stres berkepanjangan juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan lain yang tidak kalah serius. Karena itu, penting untuk meluangkan waktu sejenak untuk relaksasi, melakukan hal yang disukai, atau beristirahat agar pikiran kembali tenang dan imunitas tetap stabil.

Menjaga imunitas bukan soal langkah besar, tapi konsistensi dari kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele. Di tengah meningkatnya risiko penularan seperti campak, tubuh yang kuat jadi perlindungan pertama yang paling penting. Mulai dari sekarang, pastikan kamu memberi perhatian lebih pada kesehatan agar tetap aman dan tidak mudah tertular.

Referensi

“Pengaruh Cakupan Imunisasi Campak terhadap Incidence Rate Penyakit Campak di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Kesehatan. Diakses April 2026.

“Sistem Imun dan Virus: Upaya Meningkatkan Pengetahuan tentang Kekebalan Tubuh terhadap Virus.” Jurnal Implementa Husada. Diakses April 2026.

“Pengaruh Suplementasi Mikronutrien dalam Mendukung Sistem Imun Tubuh: Studi Meta Analisis.” Jurnal Kesehatan Tambusai. Diakses April 2026.

“Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro, Durasi Tidur, Indeks Massa Tubuh dan Status Imun Pegawai Balitbang Hukum dan HAM.” Journal of Nutrition College. Diakses April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More