Jakarta, IDN Times - Seorang pria melakukan aksi penerobosan paksa di kompleks Kedutaan Besar China di Tokyo, Jepang, pada Selasa pagi (24/3/2026). Pelaku dilaporkan memanjat tembok luar bangunan untuk masuk ke wilayah diplomatik tersebut secara mendadak dan agresif. Insiden ini segera menarik perhatian otoritas keamanan setempat dan memicu ketegangan diplomatik antara Beijing dan Tokyo di tengah situasi geopolitik Asia Timur yang sedang sensitif.
Pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri langsung mengambil langkah tegas dengan melayangkan nota protes keras kepada pihak berwenang di Jepang. Beijing melakukan representasi khidmat sebagai bentuk tanggapan atas kegagalan sistem pengamanan diplomatik yang seharusnya melindungi fasilitas negara asing.
Dalam protes resminya, pihak China menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan personel dan integritas fisik misi luar negeri mereka. Berdasarkan hukum internasional, kedutaan besar seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari negara penerima. China pun menuntut pertanggungjawaban penuh atas segala konsekuensi keamanan yang timbul dari aksi ilegal tersebut di masa depan.
