Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kedutaan Somaliland untuk Israel Akan Dibuka di Yerusalem
Pemandangan Kota Yerusalem. (unsplash.com/Raimond Klavins)
  • Pemerintah Somaliland mengumumkan pembukaan kedutaan besar di Yerusalem, sementara Israel akan membuka perwakilan diplomatiknya di Hargeisa sebagai simbol penguatan hubungan bilateral.
  • Penempatan kedutaan Somaliland di Yerusalem memicu perdebatan karena status kota tersebut masih disengketakan, sementara sebagian besar negara tetap menempatkan kedutaannya di Tel Aviv.
  • Israel melihat posisi strategis Somaliland di sekitar Teluk Aden sebagai peluang kerja sama keamanan dan teknologi, sekaligus memperkuat pengaruh regional kedua pihak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Somaliland mengumumkan rencana pembukaan kedutaan besarnya untuk Israel yang akan berlokasi di Yerusalem. Sebagai balasan, Israel juga bakal mendirikan perwakilan diplomatiknya di Hargeisa yang merupakan ibu kota wilayah Somaliland.

Pengumuman ini disampaikan oleh Duta Besar Somaliland untuk Israel, Mohamed Hagi, pada Selasa (19/5/2026). Menurut laporan Al Jazeera, Hagi sebelumnya telah menyerahkan surat kredensialnya kepada Presiden Israel Isaac Herzog di Yerusalem.

1. Babak baru hubungan diplomatik Somaliland dan Israel

bendera Somaliland (YoTuT, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, menyambut baik keputusan Somaliland yang memilih Yerusalem sebagai lokasi kedutaan. Ia menilai langkah tersebut sangat signifikan untuk memperkuat hubungan diplomasi kedua bangsa.

"Kedutaan akan segera dibuka, sementara Israel juga bakal mendirikan kedutaannya di Hargeisa. Hal ini mencerminkan persahabatan yang berkembang, rasa saling menghormati, dan kerja sama strategis antara kedua bangsa kita,” ujar Hagi, dilansir The Jerusalem Post.

Hagi sebelumnya telah resmi ditunjuk sebagai duta besar untuk Israel pada Februari lalu. Ia tercatat pernah bertugas sebagai penasihat bagi Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi.

Israel merupakan negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui kemerdekaan Somaliland pada Desember 2025. Pada awal April, pemerintah Israel juga telah menunjuk Michael Lotem sebagai duta besar pertama mereka untuk wilayah tersebut.

2. Status Yerusalem sebagai lokasi kedutaan masih tuai perdebatan

Pemandangan Kota Yerusalem. (unsplash.com/Robert Bye)

Fasilitas milik Somaliland ini nantinya akan menjadi kedutaan kedelapan yang beroperasi di wilayah Yerusalem. Mereka menyusul jejak sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Guatemala, Kosovo, hingga Fiji.

Penempatan kedutaan di kota ini masih mengundang perdebatan panas. Pihak Palestina hingga kini mengklaim kawasan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Mayoritas negara memutuskan untuk menempatkan kedutaan mereka di kawasan Tel Aviv. Kebijakan ini diambil agar tidak mengganggu negosiasi perdamaian yang selama ini sangat sensitif.

Somaliland sendiri sebetulnya telah mendeklarasikan perpisahannya dari negara Somalia sejak tahun 1991 silam. Namun, mereka hingga kini masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan resmi dari negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

3. Posisi strategis Somaliland menarik perhatian Israel

pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman. (Public domain, via Wikimedia Commons)

Presiden Herzog menyambut hangat kehadiran duta besar pertama Somaliland dalam sebuah upacara kenegaraan. Orkestra di kediaman presiden bahkan memainkan lagu kebangsaan Somaliland untuk pertama kalinya.

"Kemitraan baru dan penting antara negara kita ini akan mengarah pada masa depan kerja sama di berbagai bidang. Hal ini ditujukan demi keuntungan kedua bangsa kita sekaligus keseluruhan kawasan," tutur Herzog, melansir The Jerusalem Post.

Somaliland menempati posisi geografi yang strategis di sekitar jalur Teluk Aden. Letak yang berhadapan langsung dengan perairan Yaman ini memberi keuntungan bagi strategi pertahanan militer Israel. Israel mempunyai kepentingan untuk memantau ancaman dari kelompok Houthi di Yaman. Kerja sama antara kedua pihak ini diperkirakan bakal mencakup berbagai bidang mulai dari keamanan, intelijen, hingga inovasi teknologi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team