Israel Tunjuk Dubes Pertama untuk Somaliland, Picu Kemarahan Somalia

- Israel menunjuk Michael Lotem sebagai duta besar pertama untuk Somaliland, langkah yang langsung memicu kecaman Somalia karena dianggap melanggar kedaulatan negara tersebut.
- Penunjukan ini memperkuat hubungan diplomatik setelah Israel menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Somaliland pada Desember 2025 dan membuka peluang kerja sama ekonomi serta pelatihan sumber daya air.
- Letak strategis Somaliland di dekat Laut Merah dinilai penting bagi Israel untuk memantau kelompok Houthi, meski rencana kerja sama keamanan itu mendapat ancaman serangan dari pihak Houthi.
Jakarta, IDN Times- Pemerintah Israel akhirnya menunjuk duta besar pertama mereka untuk wilayah Somaliland. Komite Penunjukan Kementerian Luar Negeri Israel menyetujui Michael Lotem untuk mengisi posisi tersebut pada Rabu (15/4/2026).
Somaliland merupakan wilayah yang memisahkan diri dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia semenjak tahun 1991. Keputusan Tel Aviv langsung memicu kecaman dari pemerintah Somalia karena dinilai melanggar kedaulatan negara.
1. Lotem pernah bertugas di Kenya dan Azerbaijan

Kementerian Luar Negeri Israel menugaskan Lotem sebagai duta besar nonresiden di Somaliland. Diplomat senior tersebut saat ini masih menjabat sebagai duta besar ekonomi keliling Israel untuk kawasan benua Afrika.
Lotem memiliki rekam jejak panjang dalam mewakili kepentingan Tel Aviv di berbagai negara. Ia tercatat pernah bertugas sebagai duta besar Israel untuk negara Kenya, Azerbaijan, dan Kazakhstan.
Penugasan Lotem masih menunggu persetujuan akhir dari Komite Tingkat Menteri untuk Penunjukan di Dinas Luar Negeri dan kabinet pemerintah. Selain mengirim utusan, Tel Aviv juga telah memberikan persetujuan diplomatik kepada perwakilan dari Somaliland. Mohamed Hagi, seorang penasihat presiden yang berperan vital dalam proses pengakuan, dipercaya menjadi duta besar pertama Somaliland untuk Israel.
2. Perkembangan hubungan Israel dan Somaliland

Israel menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai entitas merdeka pada Desember 2025. Pengakuan tersebut mengakhiri lebih dari tiga dekade isolasi diplomatik yang dialami wilayah itu.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar langsung melakukan kunjungan kenegaraan ke ibu kota Hargeisa sebulan usai deklarasi pengakuan. Somaliland merespons kunjungan itu dengan mengirimkan delegasi kementerian air ke Israel untuk menjalani program pelatihan manajemen sumber daya.
Sebelumnya, Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi telah menyatakan rasa puasnya atas kemajuan kerja sama dengan Tel Aviv. Ia optimis kedua belah pihak akan segera menandatangani kesepakatan perdagangan dalam waktu dekat.
"Israel telah membuktikan dirinya sebagai mitra yang dapat diandalkan," ujar Abdirahman, dilansir Al Jazeera.
3. Wilayah Somaliland cocok untuk mengawasi Houthi

Pengakuan Israel untuk Somaliland dinilai tidak datang dengan cuma-cuma. Somaliland dianggap dapat berguna bagi Israel untuk memperkuat posisinya di kawasan Laut Merah demi menghadapi ancaman kelompok Houthi.
Wilayah Somaliland dan kota pelabuhan Berbera terletak sangat strategis tepat di seberang Teluk Aden dari Yaman. Lembaga riset keamanan Israel menilai kawasan tersebut sangat ideal untuk dijadikan pangkalan utama pemantauan aktivitas Houthi.
Sebelumnya, pejabat Somaliland mengaku pihaknya terbuka terhadap wacana pendirian pangkalan militer Israel di wilayahnya. Rencana kerja sama keamanan itu telah direspons dengan ancaman serangan oleh pimpinan kelompok Houthi.
"Kami akan menganggap setiap kehadiran Zionis di Somaliland sebagai target sasaran yang sah. Kami tidak akan ragu untuk menyerang keberadaan militer mereka yang dapat dijangkau," tutur pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, dilansir Al Jazeera.


















