Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, pada Jumat (23/1/2026), melayangkan kecaman terhadap komentar Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengenai peran pasukan Eropa di Afghanistan. Sebelumnya, Trump menuduh pasukan NATO, termasuk Inggris, menghindari garis depan selama perang 20 tahun melawan Taliban.
Starmer menyebut pernyataan Trump tersebut sebagai penghinaan yang mengerikan. Inggris sendiri kehilangan 457 personel dalam konflik yang dianggap sebagai perang luar negeri paling mematikan bagi Britania Raya sejak 1950-an.
