Jakarta, IDN Times - Kelompok milisi pembangkang Kurdi Iran yang berbasis di Irak utara dilaporkan sedang mempersiapkan operasi militer lintas batas. Operasi darat ini berpotensi menciptakan front peperangan baru di tengah meluasnya konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) melalui CIA disebut telah menyuplai persenjataan ringan kepada pasukan bahkan sebelum serangan ke Iran dimulai.
Dukungan ini bertujuan untuk memicu pemberontakan rakyat sekaligus mengganggu stabilitas pemerintahan di Teheran. Kelompok Kurdi dinilai sebagai faksi oposisi Iran yang paling terorganisasi dan diyakini memiliki ribuan anggota terlatih. Keterlibatan mereka dapat menjadi tantangan besar bagi otoritas Iran yang saat ini juga sedang menghadapi gempuran udara dari AS dan Israel.
