Jakarta, IDN Times - Rusia mengambil langkah tegas terhadap WhatsApp dengan memblokir atau berupaya memutus aksesnya secara penuh. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong lebih dari 100 juta pengguna di dalam negeri beralih ke aplikasi pesan buatan negara bernama Max.
Meta selaku pemilik WhatsApp menilai tindakan tersebut sebagai cara untuk menggiring publik ke platform yang berada dalam kendali pemerintah. Dalam pernyataannya, Meta menyampaikan sikapnya terkait pembatasan itu.
“Mencoba mengisolasi lebih dari 100 juta pengguna dari komunikasi pribadi dan aman adalah langkah mundur dan hanya dapat mengurangi keamanan masyarakat di Rusia. Kami terus melakukan segala upaya untuk menjaga pengguna tetap terhubung,” demikian penyataan meta pada Kamis (12/2/2026), dikutip dari The Guardian.
Berikut sejumlah alasan yang dikemukakan pemerintah Rusia terkait kebijakan tersebut.
