Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kirim Bantuan ke Kuba, Rusia Ngaku Bukan Cari Gara-gara dengan AS

Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)
Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)
Intinya sih...
  • Rusia akan kirimkan minyak ke Kuba sebagai bantuan kemanusiaan
  • Rusia tangguhkan penerbangan ke Kuba
  • Rusia sebut AS sengaja mencekik Kuba
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengungkapkan bahwa Rusia tidak menginginkan eskalasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait langkahnya membantu Kuba. Meski demikian, dia juga menyoroti bahwa Rusia tidak memiliki hubungan perdagangan dengan AS. 

“Kami tidak menginginkan eskalasi, tapi Rusia dan AS saat ini hampir tidak memiliki hubungan dagang apa pun. Havana sudah mengalami masa-masa sulit untuk mendiskusikan alternatif dalam membantu mereka,” tuturnya, dikutip dari The Latin Times, Kamis (12/2/2026)

Dalam beberapa hari terakhir, Kuba dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM) akut imbas blokade AS. Havana bahkan sudah menutup sementara sejumlah hotel dan merelokasi turis untuk menghindari krisis. 

1. Rusia akan kirimkan minyak ke Kuba sebagai bantuan kemanusiaan

ilustrasi Havana (pexels.com/Дмитрий Трепольский)
ilustrasi Havana (pexels.com/Дмитрий Трепольский)

Duta Besar Rusia di Kuba mengungkapkan bahwa Moskow akan mengirimkan minyak dan produk BBM ke Kuba. Pengiriman ini sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan kepada negara Karibia tersebut. Dilansir EFE, Rusia sudah mengirimkan pasokan minyak mentah ke Kuba sebesar 100 ribu ton pada Februari 2025. Pengiriman minyak tersebut atas perintah dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

Moskow mengirimkan minyak mentah ke Kuba menggunakan armada kapal hantu untuk menghindari sanksi dari negara-negara Barat imbas perang di Ukraina. Alhasil, beberapa kapal tanker Rusia sudah disita oleh AS pada awal tahun ini. 

2. Rusia tangguhkan penerbangan ke Kuba

ilustrasi bandara
ilustrasi bandara (Pexels.com/Lucas Oliveira)

Pada hari yang sama, Badan Aviasi Sipil Rusia (Rosavatsia) mengatakan bahwa maskapai Rossiya dan Nordwind akan menangguhkan penerbangan ke Kuba. Langkah berkaitan dengan tantangan besar dalam pasokan avtur di Kuba. 

“Penangguhan ini diberlakukan hingga situasi berubah di Kuba. Namun, Rusia dan Kuba masih berupaya mencari cara untuk melanjutkan penerbangan langsung antara kedua negara,” terangnya. 

Dilansir The Moscow Times, maskapai utama Rusia, Aeroflot akan mengirimkan pesawat kosong ke Havana. dan Varadero. Pengiriman pesawat itu untuk mengevakuasi turis Rusia yang masih berada di Kuba. 

3. Rusia sebut AS sengaja mencekik Kuba

ilustrasi warga memegang bendera Kuba (unsplash.com/Ricardo IV Tamayo)
ilustrasi warga memegang bendera Kuba (unsplash.com/Ricardo IV Tamayo)

Pekan ini, Peskov menyebut bahwa kebijakan AS ini sengaja untuk mencekik Kuba dengan blokade minyak. Taktik dari Washington itu untuk membuat Kuba dalam masalah besar dan berujung kolaps. 

Krisis energi di Kuba kian mengkhawatirkan akibat penetapan tarif dari AS kepada negara mana pun yang mengirimkan minyak. Sebab, Kuba tidak lagi mendapatkan pasokan minyak dari Venezuela usai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyebut bahwa AS berusaha memaksa Venezuela mengusir perusahaannya. Washington menginginkan agar Rosneft dan Lukoil keluar dari Venezuela. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

KSAL Targetkan Kapal Induk Italia Garibaldi Diterima RI Sebelum HUT TNI

14 Feb 2026, 16:27 WIBNews