Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepada Prabowo, Presiden Korsel Ucapkan Duka Cita 3 TNI Gugur saat Misi UNIFIL
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Rabu (1/4/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
  • Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan belasungkawa kepada Prabowo Subianto atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
  • Dalam waktu 24 jam, tiga prajurit TNI gugur akibat serangan dan ledakan di Lebanon, sementara beberapa lainnya mengalami luka berat maupun ringan.
  • Insiden terjadi saat tim pengawal Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL melaksanakan konvoi dukungan logistik di tengah eskalasi konflik, menyebabkan dua prajurit tewas akibat ledakan kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Rabu (1/4/2026). Pada pertemuan itu, Presiden Korsel menyampaikan duka cita terhadap tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

"Saya juga ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada anggota TNI yang sedang berpartisipasi dalam operasi pemeliharaan perdamaian di Lebanon yang telah gugur akibat ledakan. Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya atas nama rakyat Korea," ujar Lee Jae Myung.

1. Prajurit pertama yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon

Rumah duka Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur akibat serangan di Lebanon. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan, prajurit pertama yang gugur pada Minggu (29/3/2026) adalah Praka Farizal Rhomadhon. Dia gugur di Adchit Al Qusayr. Jenazah Farizal sudah disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan segera dipulangkan ke Tanah Air.

"Saat ini sedang dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut," kata Aulia kepada IDN Times lewat pesan pendek, Senin (30/3/2026).

Sedangkan, satu prajurit TNI yang mengalami luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju ke Rumah Sakit St George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Dua prajurit TNI lainnya yang mengalami luka ringan telah mendapat perawatan di Hospital level I UNIFIL. Di dalam serangan Israel pada Minggu mengakibatkan satu prajurit gugur dan empat lainnya mengalami luka.

2. Prajurit TNI yang gugur bertambah dua dalam 24 jam

Tampak depan markas UNIFIL di area Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)

Total dalam kurun waktu 24 jam, sudah ada tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas di UNIFIL. Dua prajurit gugur pada Senin (30/3/2026).

Aula mengatakan, dua prajurit yang gugur atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Zulmi diketahui sehari-hari bertugas di Grup 2 Kopassus. Sedangkan, Ichwan berasal dari Kesdam IX Udayana. Selain itu, ada pula dua prajurit TNI yang mengalami luka.

"Mereka yang luka atas nama Letnan Satu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto," ujar Aulia.

3. Dua prajurit gugur akibat ledakan saat sedang melakukan pengawalan

Tiga prajurit TNI yang gugur di dalam misi UNIFIL, Lebanon. (www.instagram.com/@tni_angkatan_darat)

Aulia mengungkap kronologi peristiwa yang terjadi pada Senin. Dia mengatakan, insiden itu terjadi pada saat tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung di dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Pengawalan itu dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIl United Nations Post (UNP) 7-2 menuju ke Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi," kata jenderal bintang dua itu.

"Di mana ketika itu terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan dua prajurit yang gugur," kata dia.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian (United Nations Peacekeeping), Jean-Pierre Lacroix, mengatakan, peristiwa ledakan terjadi di dekat Bani Hayyan. Menurut penjelasan UNIFIL, kendaraan mereka hancur akibat ledakan yang belum diketahui sumbernya.

Editorial Team