Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Thailand (unsplash.com/chris robert)
Bendera Thailand (unsplash.com/chris robert)

Intinya sih...

  • Crane roboh menimpa kereta penumpang

  • Korban tewas ditemukan di dua gerbong kereta yang tertimpa crane

  • Perusahaan kontraktor proyek rel cepat jadi sorotan atas kegagalan crane

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Setidaknya 31 orang tewas setelah sebuah crane konstruksi roboh dan menimpa kereta api penumpang di Thailand, pada Rabu (14/1/2026). Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan 64 orang lainnya luka-luka dalam kecelakaan mengerikan yang terjadi pada pagi hari di Distrik Sikhio, Provinsi Nakhon Ratchasima.

Kereta tersebut sedang dalam perjalanan menuju Provinsi Ubon Ratchathani dari Bangkok ketika dua gerbongnya tertimpa crane yang sedang bekerja di proyek infrastruktur. Tim penyelamat darurat segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan logam yang ringkih, sementara jalur kereta ditutup sementara untuk investigasi penyebab kecelakaan.

1. Crane roboh menimpa kereta penumpang

Kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 09.00 pagi, ketika crane yang sedang mengangkat beton untuk proyek rel kereta cepat tiba-tiba roboh ke rel aktif. Kereta dengan 195 penumpang dari Bangkok menuju Ubon Ratchathani menabrak puing crane, menyebabkan tiga gerbong derailment, api menyala sebentar, dan asap mengepul dari reruntuhan.

Petugas penyelamatan segera tiba dengan peralatan pemotong untuk mengevakuasi korban dari gerbong yang miring dan terbelah. Operasi penyelamatan sempat dihentikan sementara akibat kebocoran bahan kimia, kemudian dilanjutkan setelah api padam.

"Terdengar suara keras seperti sesuatu meluncur dari atas, diikuti dua ledakan. Saat saya mendekat, crane sudah menimpa kereta dengan tiga gerbongnya, logam crane memotong gerbong kedua menjadi dua," ujar seorang saksi mata bernama Mitr Intrpanya, dikutip Al Jazeera.

2. Korban tewas ditemukan di dua gerbong kereta yang tertimpa crane

Korban tewas dalam kecelakaan kereta tersebar di dua dari tiga gerbong yang tertimpa crane. Sebagian besar jenazah ditemukan di gerbong yang mengalami kebakaran ringan. Sebanyak 64 orang penumpang dilarikan ke rumah sakit, dengan tujuh di antaranya dalam kondisi serius, termasuk seorang anak berusia satu tahun dan seorang lansia berusia 85 tahun. Banyak korban mengalami luka di bagian kepala dan dada serta patah tulang.

Proses identifikasi tengah dilakukan secara cepat oleh otoritas untuk memberi kabar kepada keluarga korban. Diketahui, sebagian besar penumpang merupakan pelajar sekolah yang berada di gerbong yang rusak paling parah.

"Ada 195 penumpang di kereta, kami perintahkan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi korban dan penyebab kecelakaan," kata Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, dilansir CNN.

3. Perusahaan kontraktor proyek rel cepat jadi sorotan atas kegagalan crane

Crane yang menyebabkan kecelakaan merupakan milik Italian-Thai Development, kontraktor tunggal untuk salah satu segmen proyek kereta cepat Bangkok–Nong Khai senilai lebih dari 5 miliar dolar AS (Rp84,3 triliun). Proyek ini didukung oleh China melalui inisiatif Belt and Road. Konsultan proyek, Theerachote Rujiviphat, menyatakan bahwa perusahaan tersebut bertanggung jawab penuh atas kegagalan crane yang memicu kecelakaan ini.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menuntut pertanggungjawaban tegas dari pihak kontraktor dan mengusulkan agar perusahaan yang berulang kali terlibat kecelakaan masuk daftar hitam. Ia mengingatkan bahwa Italian-Thai Development sebelumnya juga sempat terlibat dalam insiden runtuhnya gedung tinggi di Bangkok akibat gempa.

“Kecelakaan seperti ini terjadi karena kelalaian, kesalahan prosedur, atau penggunaan material yang tidak sesuai. Sudah saatnya undang-undang diubah agar perusahaan yang berulang melakukan kesalahan dapat diblacklist,” ujar Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, dikutip dari Channel News Asia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team