Thailand Hadapi Persaingan Ekspor Durian yang Ketat di Pasar China

- OAE sebut eksportir durian Thailand hadapi persaingan yang ketat
- China berlakukan uji ketat durian Thailand terhadap zat terlarang dan kontaminan
- OAE sarankan penggunaan jalur kereta Laos–China untuk jaga kualitas ekspor durian Thailand
Jakarta, IDN Times - Kantor Ekonomi Pertanian Thailand (OAE) mengimbau eksportir durian agar meningkatkan kualitas produk untuk memperkuat posisi di pasar China. OAE menilai langkah ini penting karena China kini menerapkan aturan keamanan pangan yang semakin ketat.
Selain itu, sejumlah negara pesaing di kawasan, seperti Vietnam dan Malaysia, terus meningkatkan ekspor durian ke pasar yang sama. Pemerintah Thailand berharap peningkatan kualitas dapat menjaga reputasi produk durian nasional dan mempertahankan pangsa ekspor.
1. OAE sebut eksportir durian Thailand hadapi persaingan yang ketat
OAE menyatakan, eksportir durian Thailand kini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari produsen di Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Kamboja dalam memperebutkan pasar China. Selain itu, otoritas China juga memberlakukan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap setiap pengiriman durian impor.
Sekretaris Jenderal OAE, Piraphan Khorthong menjelaskan, kondisi ini membuat eksportir Thailand perlu meningkatkan standar kualitas dan keamanan produk agar tetap dapat bersaing di pasar China yang sangat kompetitif.
2. China berlakukan uji ketat durian Thailand terhadap zat terlarang dan kontaminan
Pemerintah China akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap durian impor, termasuk dari Thailand, untuk mendeteksi zat terlarang dan kontaminan seperti pewarna Basic Yellow 2 serta logam berat kadmium. Untuk memenuhi standar tersebut, eksportir disarankan hanya mengambil durian dari kebun yang telah bersertifikat Good Agricultural Practice (GAP).
Selain itu, proses pembersihan dan pengemasan durian harus mematuhi pedoman Good Manufacturing Practice (GMP) agar memenuhi syarat keamanan pangan.
"Kebun durian dan rumah pengemasan ekspor harus terdaftar di Departemen Pertanian untuk mendapatkan sertifikasi ekspor ke China," ujar Sekretaris Jendral OAE, Piraphan Khorthong, dilansir The Straits Times.
3. OAE sarankan penggunaan jalur kereta Laos–China untuk jaga kualitas ekspor durian Thailand
Khorthong menyarankan penggunaan jalur kereta cepat Laos–China sebagai alternatif angkutan darat untuk menyalurkan ekspor durian. Jalur tersebut memungkinkan durian tiba di Kunming dalam waktu dua hari dengan pengendalian suhu yang lebih baik dibandingkan pengiriman menggunakan truk.
Meskipun biaya transportasi kereta sekitar 10–15 persen lebih tinggi dibanding angkutan darat biasa, Piraphan menilai metode ini mampu menjaga kualitas buah tetap optimal saat tiba di China.
"Produksi durian pada tahun 2026 diperkirakan akan meningkat sebesar 15,71 persen dibanding tahun 2025. OAE memperkirakan total produksi mencapai sekitar 1,781 juta ton," kata Piraphan Khorthong, dilansir The Nation.
Pada 2024, Thailand mengekspor sebanyak 859.157 ton durian ke China senilai 134,85 miliar baht (Rp72,4 triliun). Volume ekspor meningkat menjadi 982.016 ton pada 2025, namun nilai totalnya turun menjadi 125,87 miliar baht (Rp67,5 miliar).



















