Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika bertemu dengan Menhan Bosnia Zukan Helez di Sarajevo. (www.instagram.com/@sjafrie.sjamsoeddin)

Intinya sih...

  • Kerja sama formal militer Indonesia dan Bosnia dimulai

  • Indonesia siap memperkuat hubungan pertahanan dengan Bosnia

  • Menhan Sjafrie berkunjung ke industri pertahanan di Turki

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke Bosnia Herzegovina pada Minggu (11/1/2026), usai menuntaskan kunjungan kerja di Turki. Ini merupakan kunjungan balasan yang dilakukan oleh Sjafrie setelah Menhan Bosnia Zukan Helez berkunjung ke Jakarta pada 2025.

Helez menggarisbawahi, Indonesia merupakan negara dengan penduduk keempat terbesar di dunia. Selain itu, ia juga menyebut kekuatan militernya berada di 10 besar negara dengan angkatan bersenjata terbesar di dunia. Ia mengatakan dalam perbincangannya dengan Sjafrie, keduanya sepakat soal penempatan atase militer di Bosnia.

"Kami berdiskusi mengenai sejumlah topik dan salah satu isu kunci yakni mengenai pembentukan atase militer. Selama ini atase militer berada di Belgrade, Serbia dan turut menangani isu pertahanan di Bosnia Herzegovina," ujar Helez seperti dikutip dari laman Sarajevo Times, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, Indonesia dan Bosnia memiliki kerja sama di bidang industri khusus. Bahkan, para insinyur Bosnia dan ahli dapat membagikan pengetahuannya bagi Indonesia.

1. Kerja sama formal militer Indonesia dan Bosnia resmi dimulai

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika bertemu dengan Menhan Bosnia Zukan Helez di Sarajevo. (www.instagram.com/@sjafrie.sjamsoeddin)

Lebih lanjut, Menhan Helez menggarisbawahi salah satu hasil dari pertemuan kedua menteri yakni awal untuk memulai hubungan formal militer kedua negara. Kedua Menhan kemudian menandatangani pernyataan bersama mengenai dimulainya hubungan formal militer Indonesia dan Bosnia.

"Tidak ada alternatif dari perdamaian. Kami juga sempat membicarakan sejumlah isu keamanan global, termasuk kondisi di Ukraina dan Rusia. Kemudian, kami turut membahas konflik di antara Thailand dan Kamboja dan penting bagi kedua negara konflik tersebut diselesaikan secara damai," tutur Helez.

Poin penting lainnya dari pertemuan kedua menteri yakni soal pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. "Kami meyakini angkatan bersenjata Bosnia Herzegovina dan militer Indonesia dapat menjalani misi di bawah naungan PBB. Kami bersama-sama akan membantu warga Gaza dan berkontribusi terhadap pemulihan kota tersebut," katanya.

Ia mengaku bahagia meski terpisah jarak yang begitu jauh tetapi kerja sama kedua negara tetap dapat diperkuat.

2. Indonesia siap memperkuat hubungan pertahanan dengan Bosnia

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika bertemu dengan Menhan Bosnia Zukan Helez di Sarajevo. (www.instagram.com/@sjafrie.sjamsoeddin)

Sjafrie pun menyampaikan pandangan senada dengan Menhan Zukan Helez. Ia mengatakan Indonesia terbuka untuk memperkuat kerja sama pertahanan lebih lanjut dengan Bosnia. Para menteri dari kedua negara juga membahas peluang pembentukan kerangka kerja terstruktur untuk kerja sama, termasuk pengembangan nota kesepahaman sebagai dasar kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

"Kami sepakat untuk mengembangkan kerja sama secara bertahap yang seharusnya mengarah pada penandatanganan perjanjian kerja sama. Kami juga akan mendorong kerja sama praktis melalui pendidikan, dialog, pertukaran informasi, pembangunan kapasitas, dan kerja sama lainnya," ujar Sjafrie.

Orang kepercayaan Prabowo itu meyakini proses tersebut dapat membantu kedua negara untuk membangun rasa percaya dan berkontribusi terhadap keberlanjutan perdamaian dunia.

3. Menhan Sjafrie sempat berkunjung ke industri pertahanan di Turki

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika mendapat cenderamata helm pilot jet tempur KAAN ketika berkunjung ke komplek pertahanan industri Aselsan, Ankara. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Sebelum menjejakan kaki di Bosnia, Sjafrie melakukan kunjungan kerja ke Turki. Kedatangannyay merupakan bagian dari pertemuan dengan format 2+2 dengan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Sjafrie pada Jumat (9/1/2026) menyambangi kompleks industri pertahanan ASELSAN di Ankara. Purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat (AD) itu sempat melihat berbagai produk buatan ASELSAN seperti pesawat nirawak, kapal perang, radar, torpedo, hingga mock up jet tempur KAAN.

Di dalam video yang beredar di media sosial, Sjafrie turut didampingi Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, dan Menhan Turki, Yasar Guler. Delegasi kedua negara pun sempat melakukan pertemuan tertutup di ASELSAN.

Kunjungan itu diakhiri dengan pemberian cenderamata helm pilot jet tempur generasi kelima KAAN yang diserahkan oleh Guler kepada Sjafrie. Di bagian belakang helm terlihat bendera Indonesia dan Turki. Ada pula nama Sjafrie yang tertulis di sana.

"Betul (cenderamata) itu helm pilot terbaru (jet tempur) produksi Turki," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI, Rico Ricardo Sirait, kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Sabtu malam (10/1/2026).

Pemberian cenderamata berupa helm jet tempur KAAN sejalan dengan keputusan Kementerian Pertahanan pada 2025 lalu yang memborong 48 jet tempur buatan Turkish Aerospace Industries (TAI) itu.

Editorial Team