Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kibarkan Bendera Palestina di Menara Eiffel, 6 Orang Ditangkap
potret Menara Eiffel di Paris, Prancis (pexels.com/Daniel Reynaga)
  • Enam anggota Extinction Rebellion ditangkap polisi Prancis setelah mengibarkan bendera Palestina di lantai pertama Menara Eiffel saat peringatan 78 tahun tragedi Nakba.
  • Penangkapan ini dikritik anggota parlemen Rima-Hassan yang menilai tindakan tersebut membatasi kebebasan berekspresi, berbeda dengan aksi serupa pada 2023 yang tidak berujung penahanan.
  • Menara Eiffel kerap dijadikan simbol dalam berbagai aksi solidaritas terkait konflik Palestina, termasuk demonstrasi besar pada 2023 dan pengibaran bendera bersama Israel-Palestina pada 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polisi Prancis menangkap dan menahan enam orang karena mengibarkan bendera Palestina di Menara Eiffel. Penangkapan tersebut terjadi di tengah aksi perayaan 78 tahun tragedi Nakba pada Jumat (15/5/2026).

Menurut laporan surat kabar Prancis, Le Parisien, yang dikutip Anadolu Agency pada Sabtu (16/5/2026), enam orang yang ditangkap merupakan anggota organisasi relawan bernama Extinction Rebellion. Dalam aksi pada Jumat, mereka dilaporkan mengibarkan bendera Palestina di lantai ke-1 Menara Eiffel. 

1. Penangkapan dikritik oleh anggota parlemen Prancis keturunan Palestina

ilustrasi anggota parlemen (pexels.com/Hector Berganza)

Berdasarkan keterangan seorang polisi Prancis anonim, selain karena mengibarkan bendera Palestina, keenam orang tadi ditangkap karena menerobos area terlarang di Menara Eiffel. Aksi tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan karena dianggap membahayakan pengunjung lain. 

Penangkapan ini menuai kritik dari salah satu anggota parlemen Prancis yang punya darah Palestina bernama Rima-Hassan. Hassan menyebut penangkapan tersebut merupakan bentuk pengekangan terhadap kebebasan berekspresi. Sebab, aksi serupa juga pernah terjadi pada 2023. Namun, kala itu, Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, tidak menangkap para demonstran. 

2. Demo serupa juga pernah terjadi pada akhir 2023

potret aksi demonstrasi di dekat Menara Eiffel, Prancis (unsplash.com/Norbu GYACHUNG)

Pada November 2023 lalu, sebanyak 180 ribu warga Prancis juga menggelar demo di Paris. Demo tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap invasi militer Israel ke Gaza, Palestina, pada 7 Oktober 2023. Kala itu, para peserta memadati pusat Kota Paris, tepatnya di sekitar Menara Eiffel. Mereka juga membentangkan bendera Palestina di menara kebanggaan Prancis tersebut. 

“Ini adalah aksi demonstrasi menentang kekerasan, menentang anti-Semitisme, menentang semua (ekstremisme politik) yang menyusup ke dalam masyarakat untuk menunjukkan bahwa mayoritas yang diam itu memang ada,” kata salah satu peserta demo bernama Robert Fiel pada saat itu dilansir Al Jazeera.

3. Menara Eiffel sering dipakai sebagai simbol dalam aksi unjuk rasa

potret Menara Eiffel di Paris, Prancis (pexels.com/Maurijn Pach)

Menara Eiffel sendiri memang sering dipakai sebagai pelengkap aksi simbolis ketika terjadi unjuk rasa, terutama yang menyangkut Palestina. Peristiwa ini sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. 

Pada September 2025 lalu, misalnya, para demonstran pernah mengibarkan bendera Israel dan Palestina secara bersama di Menara Eiffel. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang mau mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team