Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kim Jong-un turun dari mobilnya.
potret Presiden Korea Utara, Kim Jong-un (commons.wikimedia.org/Office of the President of Russia)

Intinya sih...

  • Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri yang tak becus bekerja

  • Kim Jong-un sering memecat pejabat yang tidak kompeten, termasuk pejabat militer dan pemimpin lembaga penting lainnya

  • Pemecatan pejabat merupakan bentuk tanggung jawab Kim Jong-un kepada publik agar pemerintahannya diisi orang-orang kompeten

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kim Jong-un dilaporkan memecat Wakil Perdana Menteri Korea Utara, Yang Sung-ho, pada Senin (18/1/2026). Hal ini karena Kim tak puas dengan kinerja sang wakil PM yang gagal membuat proyek Pabrik Mesin Industri Ryongsong menghasilkan keuntungan besar.

Kim juga menganggap Yang tidak cocok diberikan tugas-tugas berat untuk membangunan ekonomi di Korea Utara. “Mulai hari ini, kamu dipecat, Pak Wakil Perdana Menteri,” kata Kim dalam pidatonya saat berkunjung ke Pabrik Mesin Industri Ryongsong, seperti dilansir The Economic Times.

Hingga saat ini, pengganti Yang belum diumumkan. Namun, wakil PM yang baru akan segera ditunjuk dan diumumkan ke publik dalam waktu dekat.

1. Kim Jong-un mengkritik jajarannya yang kurang kompeten

potret Presiden Korea Utara, Kim Jong-un (commons.wikimedia.org/The Presidential Press and Information Office)

Selain memecat Wakil Perdana Menteri, Kim Jong-un juga melontarkan kritik pedas kepada para jajarannya yang gagal menyelesaikan proyek modernisasi Pabrik Mesin Industri Ryongsong. 

Dalam pidatonya, ia mengecam tidak akan segan memecat para pejabat yang lamban dalam bekerja. Apalagi, dalam urusan ekonomi. Sebab, Kim ingin pemerintahannya diisi orang-orang kompeten yang bisa membuat perekonomian di Korea Utara berkembang pesat.

“Akibat para pejabat pembimbing ekonomi yang tidak bertanggung jawab, kasar, dan tidak kompeten, proyek modernisasi tahap pertama Kompleks Mesin Ryongsong mengalami kesulitan,” kata Kim dilansir Al Jazeera.

2. Kim Jong-un belakangan ini sering memecat pejabat yang tidak kompeten

ilustrasi pemecatan (unsplash.com/Igor Omilaev)

Belakangan ini, Presiden Kim Jong-un memang sering memecat pejabatnya yang kurang kompeten. Selain Yang Sung-ho, beberapa waktu lalu, Kim dilaporkan telah memecat banyak pejabat tinggi militer di Korea Utara. 

Sebab, Kim menilai mereka tidak mampu memberikan pengamanan yang baik sehingga dirinya sering mendapat ancaman pembunuhan.

Selain itu, Kim juga memecat pemimpin tiga lembaga penting di negaranya. Mereka adalah kepala Kantor Pengawal Partai, Kepala Departemen Pengawal Komisi Urusan Negara, dan Komando Pengawal Pribadi. 

3. Pemecatan pejabat jadi bentuk tanggung jawab kepada publik

ilustrasi publik Korea Utara (pexels.com/Sab Wang)

Menurut pengamat politik dari University of North Korean Studies, Yang Moo-jin, tindakan pemecatan pejabat yang dilakukan Kim Jong-un merupakan bentuk tanggung jawabnya kepada publik. 

Sebab, Kim tidak ingin ada satu pun pejabat di pemerintahannya yang korup, malas, dan tak patuh perintah. Kim ingin memastikan para jajarannya bisa bekerja dan mau memajukan Korea Utara bersama-sama. Apalagi, Korea Utara saat ini juga sedang gencar membangun kembali perekonomiannya.

Pemecatan pejabat yang dilakukan Kim sebetulnya bukan kali ini saja. Sebab, presiden berusia 42 tahun itu sudah sering memecat pejabat yang tak becus bekerja sejak awal menjabat sebagai Presiden Korea Utara pada 2011. 

Bahkan, Kim juga tidak segan menghukum mati para pejabat yang bermasalah. Pada 2024 lalu, misalnya, Kim mengeksekusi mati 30 pejabatnya karena gagal menangani banjir bandang di Korea Utara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team