ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Armin Forster)
Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan sekitar 687 orang, termasuk 98 anak-anak. Sementara itu, lebih dari 800 ribu warga lainnya terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang aman dari serangan Israel.
Pemerintah Lebanon sendiri sudah mengajak Israel untuk berdialog. Ini dilakukan agar Israel berhenti menyerang Lebanon. Sebab, meski ditujukan ke Hizbullah, serangan Israel juga tetap berdampak kepada banyak warga di Lebanon.
Pemerintah Lebanon juga memberi kecaman keras kepada Hizbullah. Mereka menyebut Hizbullah telah berkhianat kepada negara. Sebab, Hizbullah dianggap telah memicu serangan brutal Israel di Lebanon.
“Pemerintah Lebanon pada tanggal 2 Maret (2026) (telah) mengambil keputusan yang jelas dan tidak dapat diubah lagi. Kami telah melarang segala aktivitas militer atau keamanan Hizbullah. Kami ingin melaksanakannya dengan jelas dan tegas,” ujar Presiden Lebanon, Joseph Aoun, yang gerap terhadap milisi Hizbullah dilansir The Strait Times.