Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Konvoi Pasukan Israel Tembaki Warga di Tepi Barat, 4 Orang Tewas
ilustrasi pasukan Israel (pexels.com/Ivan Hassib)
  • Konvoi pasukan Israel menembaki warga Palestina di Desa Tammun, Tepi Barat, menewaskan empat anggota keluarga termasuk dua anak kecil, sementara dua anak lainnya terluka.
  • Serangan ini terjadi setelah Israel melanggar gencatan senjata dengan Palestina dan terus melakukan serangan di Gaza serta Khan Younis yang telah menewaskan ratusan warga.
  • Israel juga tengah berperang dengan Iran dan menyerang Lebanon untuk menargetkan Hizbullah, menyebabkan ratusan korban jiwa serta ratusan ribu warga mengungsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Konvoi pasukan Israel dilaporkan menembaki warga Palestina di Desa Tammun, Tepi Barat, pada Minggu (15/3/2026). Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Kesehatan Palestina, empat orang tewas akibat serangan tersebut. 

Keempat korban tewas terdiri dari ayah, ibu, dan kedua anak mereka yang berusia 5 dan 7 tahun. Mereka dilaporkan ditembak di bagian kepala. Sementara itu, dua anak lainnya yang berada di keluarga tersebut dilaporkan hanya mengalami luka-luka. 

1. Pasukan Israel sebelumnya sudah menyerang Gaza dan Khan Younis

potret serangan Israel di Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)

Sebelumnya, pasukan Israel juga telah menyerang wilayah Gaza dan Khan Younis pada Jumat (13/3/2026) lalu. Menurut laporan Al Jazeera pada Sabtu (14/3/2026), lima orang tewas dalam serangan tersebut. 

Sebetulnya, Israel sudah menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Palestina pada Oktober 2025 lalu. Sejak saat itu, baik Israel dan milisi Hamas di Palestina tidak boleh lagi melakukan serangan terhadap satu sama lain.

Kendati begitu, kesepakatan gencatan senjata tersebut kerap dilanggar oleh Israel. Sebab, mereka masih saja melakukan serangan di Tepi Barat, di Gaza, dan di Khan Younis. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sudah ada sekitar 658 orang yang tewas imbas serangan Israel yang dilakukan sejak Oktober lalu.   

2. Serangan dilakukan di tengah perang melawan Iran

potret warga Iran (pexels.com/Elif Ozlem Aydeniz)

Semua serangan yang dilakukan Israel ke Palestina ini terjadi di saat mereka juga sedang sibuk berperang dengan Iran. Sebab, pada 28 Februari lalu, Israel dan Amerika Serikat resmi memulai serangan terhadap Iran.

Israel menyerang Iran untuk menjatuhkan rezim Ayatollah Ali Khamenei. Sementara itu, AS menyerang Iran untuk menghentikan program nuklir mereka. Hingga kini, baik Israel maupun AS masih berperang melawan Iran. 

Selain menyerang Iran, Israel saat ini juga sedang gencar menyerang Lebanon. Israel menyerang Lebanon untuk menyasar milisi Hizbullah yang diduga membantu Iran melakukan perlawanan terhadap mereka dan AS.

3. Serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan ratusan orang

ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Armin Forster)

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan sekitar 687 orang, termasuk 98 anak-anak. Sementara itu, lebih dari 800 ribu warga lainnya terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang aman dari serangan Israel.

Pemerintah Lebanon sendiri sudah mengajak Israel untuk berdialog. Ini dilakukan agar Israel berhenti menyerang Lebanon. Sebab, meski ditujukan ke Hizbullah, serangan Israel juga tetap berdampak kepada banyak warga di Lebanon.

Pemerintah Lebanon juga memberi kecaman keras kepada Hizbullah. Mereka menyebut Hizbullah telah berkhianat kepada negara. Sebab, Hizbullah dianggap telah memicu serangan brutal Israel di Lebanon.

“Pemerintah Lebanon pada tanggal 2 Maret (2026) (telah) mengambil keputusan yang jelas dan tidak dapat diubah lagi. Kami telah melarang segala aktivitas militer atau keamanan Hizbullah. Kami ingin melaksanakannya dengan jelas dan tegas,” ujar Presiden Lebanon, Joseph Aoun, yang gerap terhadap milisi Hizbullah dilansir The Strait Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team