Jemaah haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (08/05/2026) dini hari (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Mengenai mekanisme pengajuannya, jemaah diwajibkan melapor secara berjenjang. "Prosesnya mereka (jemaah) mengajukan laporan kerusakan koper mungkin disertai dengan foto ke ketua kloter. Nanti ketua kloter melaporkan ke kasektor, kadaker, nanti berikutnya dari kadaker akan melakukan asesmen apakah koper jemaah yang dilaporkan rusak itu layak diganti atau tidak," ucap Basir.
Saat ini, jumlah koper yang diserahkan diharapkan dapat mencukupi tingkat kerusakan yang ada. Namun, jika jumlah laporan melampaui persediaan, pihak PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) akan kembali berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait opsi penambahan unit koper.
Selain Garuda Indonesia, fasilitas serupa juga diberikan kepada jemaah yang terbang menggunakan maskapai Saudia (Saudi Airlines). Maskapai tersebut telah lebih dulu menyerahkan puluhan koper cadangan pada saat fase kedatangan gelombang pertama di Madinah.
"Saudi Air itu kisarannya 30-an (koper) tapi komitmennya akan ditambah jika nanti dibutuhkan," jelas Basir.