Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Koper Haji Rusak Berat Bisa Diganti Baru, Ketahui Caranya
Koper baru yang disiapkan untuk mengganti koper jemaah yang rusak. (Dok. MCH 2026)
  • Garuda Indonesia menyerahkan 49 koper cadangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, untuk mengganti koper jemaah haji yang mengalami kerusakan berat selama perjalanan.

  • Proses pengajuan ganti koper dilakukan dengan mekanisme yang telah ditentukan.

  • Selain Garuda Indonesia, maskapai Saudia juga menyediakan puluhan koper cadangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jeddah, IDN Times – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyerahkan 49 unit koper cadangan kepada Kantor Daerah Kerja (Daker) Bandara di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Jumat (8/5/2026) dini hari. K

oper ini disiapkan khusus untuk menggantikan koper-koper milik jemaah haji yang mengalami kerusakan parah slama perjalanan.

1. Hanya koper rusak berat yang diganti

Kepala Daker Bandara PPIH 2026 Abdul Basir di Jeddah (Dok. MCH 2026)

Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa koper pengganti ini ditujukan secara selektif, yakni hanya bagi jemaah yang kopernya tidak lagi layak pakai.

"Tadi maskapai Garuda telah menyerahkan koper sejumlah 49 unit ya. Koper ini merupakan koper cadangan bagi jemaah haji yang kopernya kategori rusak berat. Kalau rusaknya rusak ringan tidak bisa diberi penggantian," kata Abdul Basir kepada awak media di Jeddah.

Terkait pendistribusiannya, Basir menjelaskan bahwa jemaah tidak akan menerima koper pengganti tersebut di bandara. Proses penukaran sepenuhnya akan dilakukan oleh Daker Makkah atau Madinah menjelang jadwal kepulangan jemaah ke Tanah Air.

2. Mekanksime pengajuan ganti koper

Jemaah haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (08/05/2026) dini hari (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Mengenai mekanisme pengajuannya, jemaah diwajibkan melapor secara berjenjang. "Prosesnya mereka (jemaah) mengajukan laporan kerusakan koper mungkin disertai dengan foto ke ketua kloter. Nanti ketua kloter melaporkan ke kasektor, kadaker, nanti berikutnya dari kadaker akan melakukan asesmen apakah koper jemaah yang dilaporkan rusak itu layak diganti atau tidak," ucap Basir.

Saat ini, jumlah koper yang diserahkan diharapkan dapat mencukupi tingkat kerusakan yang ada. Namun, jika jumlah laporan melampaui persediaan, pihak PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) akan kembali berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait opsi penambahan unit koper.

Selain Garuda Indonesia, fasilitas serupa juga diberikan kepada jemaah yang terbang menggunakan maskapai Saudia (Saudi Airlines). Maskapai tersebut telah lebih dulu menyerahkan puluhan koper cadangan pada saat fase kedatangan gelombang pertama di Madinah.

"Saudi Air itu kisarannya 30-an (koper) tapi komitmennya akan ditambah jika nanti dibutuhkan," jelas Basir.

3. Beri ketenangan bagi jemaah

Jemaah haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (08/05/2026) dini hari (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Garuda Indonesia di Jeddah, Nano Setiawan, berharap inisiatif pengadaan koper cadangan ini dapat memberikan ketenangan bagi jemaah dan menyelesaikan kendala logistik yang terjadi akibat proses operasional.

"Harapan kami 49 koper ini bisa menggantikan koper-koper yang rusak atau sebagainya," tutur Nano.

Editorial Team