Jakarta, IDN Times - Korban tewas akibat pemboman sebuah sekolah di Minab, Iran selatan, dilaporkan meningkat menjadi 115 orang. Serangan tersebut disebut dilakukan dalam rangkaian operasi militer Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.
Gubernur Minab menyampaikan, jumlah korban kemungkinan masih bertambah. Banyak korban mengalami luka berat. Saat serangan terjadi, tercatat sekitar 170 siswa berada di dalam gedung sekolah ketika rudal menghantam lokasi tersebut.
Situasi di Iran kian memanas. Laman Al Jazeera pada Minggu (1/3/2026) melaporkan Israel terus melanjutkan serangan rudalnya ke sejumlah wilayah Iran.
Dalam unggahan di platform X, Angkatan Udara Israel menyatakan telah menyelesaikan gelombang serangan lanjutan yang menyasar instalasi rudal balistik dan sistem pertahanan udara di Iran barat dan tengah. Salah satu target disebut berada di lokasi peluncuran rudal di wilayah Qom, Iran tengah.
Militer Israel mengeklaim serangan tersebut menggagalkan puluhan peluncuran rudal yang diarahkan ke wilayahnya. Operasi itu juga disebut telah merusak secara signifikan kemampuan ofensif utama Iran.
Eskalasi konflik Iran–Israel ini turut menjadi perhatian internasional. Di forum Dewan Keamanan PBB, perwakilan Liga Arab menyampaikan sikap keras terhadap langkah militer Israel.
Perwakilan kelompok Liga Arab di PBB, Maged Abdelaziz, menyatakan Israel tengah berupaya memicu perang regional demi mempertahankan pendudukan dan menolak kedaulatan Palestina.
“Dewan Keamanan bersidang hari ini pada momen penting dalam sejarah Perserikatan Bangsa-Bangsa, momen yang sayangnya merupakan kegagalan mencolok dari sistem internasional multilateral, kegagalan yang telah lama diperingatkan oleh Liga Arab,” kata Abdelaziz.
“Melalui eskalasi ini, Israel berupaya menghindari untuk mengakhiri pendudukan atas wilayah Palestina, mencegah pembentukan negara Palestina merdeka, dan menghalangi masuknya Palestina ke PBB dalam implementasi solusi dua negara dan prinsip-prinsip inti legitimasi internasional,” tambahnya.
