Jakarta, IDN Times - Jumlah korban tewas dalam gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Iran terus bertambah seiring tindakan keras aparat keamanan. Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA), memperkirakan sedikitnya 78 demonstran tewas dalam 14 hari terakhir terkait aksi protes yang berlangsung sejak akhir Desember 2025.
Dalam laporan terbarunya, HRANA menyatakan total korban meninggal dalam rangkaian unjuk rasa mencapai sedikitnya 116 orang, termasuk 38 anggota aparat keamanan. Dari jumlah demonstran yang tewas, tujuh orang dilaporkan berusia di bawah 18 tahun.
HRANA juga mencatat skala protes yang meluas secara nasional. Hingga hari ke-14 demonstrasi, tercatat ada 574 titik aksi dari 185 kota yang tersebar di seluruh 31 provinsi Iran. Selain korban jiwa, kelompok tersebut melaporkan sedikitnya 2.638 orang telah ditangkap aparat keamanan.
Meski demikian, laporan CNN, Minggu (11/1/2026) menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen angka korban tewas, jumlah penangkapan, maupun data sebaran lokasi protes yang dirilis HRANA. Namun, laporan-laporan dari saksi mata dan tenaga medis memberikan gambaran konsisten tentang penggunaan kekuatan mematikan terhadap demonstran.
