Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korut Kedapatan Impor 1 Juta Masker dari China
Pemimpin Korut Kim Jong-un pakai masker di tengah merebaknya virus COVID-19 di Pyongyang. (dok. NK News)

Jakarta, IDN Times - Korea Utara (Korut) kedapatan mengimpor lebih dari satu juta masker dan 15 ribu pasang sarung tangan karet dari China pada Juli 2022.

Padahal, negara komunis tersebut baru saja menyatakan kemenangan telah keluar dari pandemik COVID-19.

Menurut media pemerintah Korut, KCNA, sejak 29 Juli 2022, sudah tidak ada kasus yang dicurigai sebagai kasus COVID-19, walaupun sejak awal negara komunis ini hanya menyebut virus COVID-19 sebagai virus ‘demam tinggi’.

1. Korut impor masker dari China sejak Juli 2022

Pemimpin Korut Kim Jong-un pakai masker di tengah merebaknya virus COVID-19 di Pyongyang. (dok. NK News)

Seiring dengan pernyataan ini, ternyata Korut juga dilaporkan telah mengimpor 1,23 juta masker wajah dari China pada Juli 2022, senilai 44 ribu dolar Amerika.

Dilansir dari CNN, Senin (22/8/2022), ekspor utama China ke Korut juga dilaporkan melonjak tinggi seperti beras, rokok, dinatrium karbonat dan karet.

2. Angka kematian di Korut akibat COVID-19 sangat sedikit

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha)

Pemimpin Korut, Kim Jong-un menegaskan bahwa angka kematian di Korut akibat virus COVID-19 sangat sedikit.

“Angka kematian resmi di Korut sebanyak 72 kasus adalah keajaiban yang belum pernah terjadi sebelumnya, dibandingkan dengan negara lain,” kata Kim.

Sementara, sejumlah pihak dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meragukan pernyataan Korut ini. Pasalnya, sejak ditemukan kasus pertama demam tinggi di Pyongyang pada awal Mei 2022, Korut tak pernah membuka data yang sebenarnya terkait penyebaran virus tersebut.

3. Tak ada vaksin COVID-19 di Korut

Seorang tentara berjalan di tepian sungai di pusat kota Pyongyang, Korea Utara. (ANTARA FOTO/REUTERS/Damir Sagolj)

Deklarasi kemenangan Korut atas pandemik COVID-19 ini banyak disangsikan sejumlah pihak karena Korut tidak mau menerima vaksin COVID-19 dari bantuan internasional.

Sebaliknya, negara tersebut mengaku hanya mengandalkan lockdown, perawatan, obat-obatan herbal yang ditanam dan sejumlah sistem yang disebut Kim sebagai sistem sosialis Korea yang menguntungkan rakyat.

Editorial Team