Jakarta, IDN Times – Sedikitnya 10 warga meninggal dunia dan lebih dari 270 orang harus dirawat di rumah sakit setelah air minum tercemar limbah di kawasan Bhagirathpura, Indore, pada Jumat (2/1/2026). Salah satu korban adalah bayi laki-laki, sementara insiden ini terjadi di kota yang selama delapan tahun berturut-turut pernah menyandang predikat kota terbersih di India.
Warga di lingkungan padat berpenghasilan rendah itu mengaku telah berulang kali melaporkan bau tak sedap dari air keran selama berbulan-bulan, tetapi keluhan tersebut tak pernah ditindaklanjuti. Masalah utama bersumber dari keberadaan toilet umum yang dibangun tepat di atas pipa air minum tanpa tangki septik. Kondisi itu membuat limbah meresap langsung ke saluran pasokan air bersih.
Dilansir dari The Guardian, Wali Kota Indore Pushyamitra Bhargava menyatakan telah menerima laporan resmi terkait 10 kematian akibat wabah diare di Bhagirathpura. Ia menjelaskan bahwa limbah mencemari saluran utama yang menghubungkan tangki penyimpanan dengan jaringan distribusi, sementara hasil uji laboratorium menemukan bakteri berbahaya yang lazim terdapat dalam air limbah bercampur kotoran manusia.
