Jakarta, IDN Times - Di tengah perubahan tatanan global yang cepat, Korea Selatan dan Indonesia sepakat memperkuat peran bersama sebagai negara middle-power yang bertanggung jawab. Presiden Lee Jae Myung menyebut kerja sama kedua negara akan ‘bersinar terang’ justru di saat krisis.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan pandangan geopolitiknya dalam sambutan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Seoul. Lee menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global yang semakin kompleks, kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan memiliki arti yang jauh lebih strategis dari sekadar hubungan bilateral biasa.
Lee menggambarkan hubungan kedua negara dengan istilah yang kuat. “Di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan, Korea dan Indonesia adalah berkah satu sama lain,” ujarnya dalam sambutan tersebut.
Lee secara eksplisit menyebut pentingnya kerja sama antara dua negara yang berbagi nilai-nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan — sebuah fondasi yang ia nilai akan menjadi kekuatan di tengah kekacauan global. Lee juga mengungkapkan harapan untuk bertukar pandangan langsung dengan Presiden Prabowo.
“Saya berharap dapat melakukan pertukaran pendapat yang terbuka dengan Presiden Prabowo, tidak hanya mengenai kemajuan hubungan bilateral kita, tetapi juga berbagai cara untuk berkontribusi kepada komunitas internasional sebagai negara-negara middle-power yang bertanggung jawab,” katanya.
