Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran merespons keras ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut, peradaban Iran bisa hancur jika tidak ada kesepakatan sebelum tenggat waktu. Teheran menilai pernyataan tersebut justru mencerminkan ketidaktahuan.
Di tengah meningkatnya tekanan militer dan diplomatik, Iran menegaskan, ancaman tidak akan menggoyahkan stabilitas dalam negeri maupun posisi mereka dalam negosiasi. Pemerintah juga menekankan, dialog hanya bisa dibangun dengan dasar saling menghormati.
Pernyataan ini muncul saat situasi di lapangan terus memanas, dengan serangan yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Iran, termasuk terhadap infrastruktur transportasi dan fasilitas strategis.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menyiapkan operasi militer gabungan apabila upaya diplomasi gagal menjelang tenggat yang ditetapkan Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.
