Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kritik Iran di Tengah Ancaman Terbaru Trump Hapus Peradaban
ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)
  • Iran menolak ancaman Donald Trump dan menegaskan stabilitas nasional tetap terjaga, sambil membuka peluang dialog yang didasari rasa saling menghormati.
  • Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyiapkan operasi militer gabungan dengan pembagian target strategis, menandakan koordinasi intensif di tengah meningkatnya ketegangan.
  • Serangan terhadap infrastruktur Iran terus terjadi menjelang tenggat waktu, sementara negosiasi diplomatik masih berjalan dan harga minyak global melonjak tajam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 April 2026

Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menanggapi ancaman Donald Trump dengan menegaskan bahwa stabilitas dan ketenangan publik tidak akan terganggu. Ia menyebut ancaman terhadap peradaban Iran sebagai bentuk ketidaktahuan terhadap sejarah bangsa tersebut.

menjelang tenggat waktu

Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyiapkan operasi militer gabungan jika diplomasi gagal terkait pembukaan Selat Hormuz. Serangan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Iran, termasuk Pulau Kharg dan infrastruktur transportasi.

sepanjang 2026

Harga minyak global melonjak tajam seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang belum menunjukkan tanda mereda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Iran menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump yang menyebut peradaban Iran bisa hancur jika tidak ada kesepakatan sebelum tenggat waktu, di tengah meningkatnya ketegangan militer dan diplomatik.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani, sementara ancaman berasal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Militer AS dan Israel juga disebut terlibat dalam persiapan operasi gabungan.
  • Where?
    Kejadian berpusat di Teheran, Iran, dengan laporan serangan di Pulau Kharg serta sejumlah wilayah strategis lainnya. Persiapan militer dilaporkan berlangsung di Amerika Serikat dan Israel.
  • When?
    Pernyataan dan perkembangan situasi terjadi pada Rabu, 8 April 2026, menjelang tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.
  • Why?
    Ancaman disampaikan sebagai tekanan agar Iran mencapai kesepakatan sebelum batas waktu tertentu. Pemerintah Iran menolak tekanan tersebut karena dianggap tidak menghormati kedaulatan dan sejarah bangsa mereka.
  • How?
    Tensi meningkat melalui ancaman verbal dari Trump, respons diplomatik keras dari Teheran, serta laporan serangan udara terhadap infrastruktur Iran. Sementara itu, negosiasi diplomatik masih terus berlangsung di tengah
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Trump bilang Iran bisa hancur kalau tidak mau buat kesepakatan. Iran marah dan bilang mereka tidak takut dan masih tenang. Sekarang banyak serangan di tempat Iran, seperti jalan dan kereta. Amerika dan Israel juga siap perang kalau bicara damai gagal. Tapi orang-orang masih coba negosiasi supaya tidak perang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah ancaman dan tekanan militer yang meningkat, pernyataan pemerintah Iran menonjolkan keteguhan dan komitmen terhadap stabilitas nasional. Penegasan bahwa ketenangan publik tetap terjaga serta pintu dialog masih terbuka dengan dasar saling menghormati menunjukkan upaya mempertahankan diplomasi dan martabat bangsa di tengah situasi yang penuh ketegangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran merespons keras ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut, peradaban Iran bisa hancur jika tidak ada kesepakatan sebelum tenggat waktu. Teheran menilai pernyataan tersebut justru mencerminkan ketidaktahuan.

Di tengah meningkatnya tekanan militer dan diplomatik, Iran menegaskan, ancaman tidak akan menggoyahkan stabilitas dalam negeri maupun posisi mereka dalam negosiasi. Pemerintah juga menekankan, dialog hanya bisa dibangun dengan dasar saling menghormati.

Pernyataan ini muncul saat situasi di lapangan terus memanas, dengan serangan yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Iran, termasuk terhadap infrastruktur transportasi dan fasilitas strategis.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menyiapkan operasi militer gabungan apabila upaya diplomasi gagal menjelang tenggat yang ditetapkan Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.

1. Iran: Ancaman Trump tak akan goyahkan stabilitas

potret drone Iran (commons.wikimedia.org/Mostafa Tehrani)

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menilai ancaman Trump tidak akan berdampak pada ketenangan publik maupun arah kebijakan pemerintah.

“Menjaga perdamaian dan keamanan rakyat adalah prioritas utama pemerintah, dan ancaman tidak akan mengganggu ketenangan publik,” kata Mohajerani kepada kantor berita IRNA, dikutip dari CNN, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, jalur dialog tetap terbuka, tetapi harus dilandasi sikap yang saling menghormati. “Pintu dialog terbuka dengan rasa hormat; jalan sempit berupa ancaman, kepicikan, dan penghinaan bukanlah jalan masuk,” ujarnya.

Lebih jauh, Mohajerani menyebut pernyataan Trump sebagai cerminan ketidaktahuan terhadap sejarah Iran. “Mengancam sebuah ‘peradaban’ lebih dari apa pun adalah tanda ketidaktahuan terhadap sejarah sebuah bangsa yang berulang kali melewati krisis dan terus bertahan,” kata dia.

Pernyataan ini menjadi respons langsung terhadap ancaman Trump yang sebelumnya menyebut “satu peradaban akan mati malam ini” jika tidak ada kesepakatan.

2. AS-Israel siapkan opsi militer gabungan untuk lawan Iran

potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Di tengah ketegangan, sumber keamanan Israel menyebut, militernya telah bersiaga untuk kemungkinan serangan ke Iran. Persiapan dilakukan sambil menunggu keputusan akhir dari Presiden Trump.

“Kami tahu ada kemungkinan bahwa dalam beberapa jam ke depan Presiden bisa memperpanjang ultimatum di menit terakhir — atau langsung memberi perintah kepada pesawat untuk lepas landas,” kata sumber tersebut.

Sumber lain menyebut, target utama operasi adalah infrastruktur nasional Iran yang telah dipetakan sebelumnya. Fokus serangan disebut akan dibagi antara kedua negara.

Israel dikabarkan akan menargetkan fasilitas energi dan listrik, sementara Amerika Serikat akan fokus pada target terkait minyak. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi militer yang intensif antara kedua negara.

Kepala Staf Angkatan Darat Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir juga menegaskan kesiapan tersebut. “Kami sedang mendekati titik persimpangan strategis dalam operasi bersama melawan Iran,” kata Zamir.

3. Serangan berlanjut, negosiasi masih berjalan

Pulau Kharg, Iran (Earth Science and Remote Sensing Unit, Lyndon B. Johnson Space Center, Public domain, via Wikimedia Commons)

Di lapangan, serangan dilaporkan terus terjadi menjelang tenggat waktu. Amerika Serikat disebut menyerang target militer di Pulau Kharg, salah satu wilayah strategis Iran.

Pejabat AS menyatakan serangan tersebut tidak menyasar fasilitas minyak. Namun, media Iran melaporkan adanya serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk jalur kereta dan jalan raya.

Sumber Israel menyebut serangan tersebut memang menargetkan jalur transportasi di dalam negeri Iran. Selain itu, media Iran juga melaporkan kerusakan pada sebuah sinagoga di Teheran akibat serangan.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan proses diplomasi masih berlangsung. “Akan ada banyak negosiasi” sebelum tenggat waktu berlaku," ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, harga minyak global terus melonjak tajam sepanjang 2026, seiring eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.

Editorial Team