Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banjir Hambat Evakuasi 7 Warga Laos yang Terjebak di Gua

Banjir Hambat Evakuasi 7 Warga Laos yang Terjebak di Gua
ilustrasi bendera Laos (Wikimedia Commons/Christian Haugen)
Intinya Sih
  • Operasi pencarian tujuh warga Laos yang terjebak di gua banjir sudah berlangsung seminggu, namun medan berat, cuaca buruk, dan jalur sempit terus menghambat upaya penyelamatan.
  • Pemerintah Laos dibantu tim ahli penyelamat Thailand yang berpengalaman dalam operasi gua Tham Luang 2018, karena kondisi gua menimbulkan risiko tinggi seperti hipotermia dan kekurangan oksigen.
  • Para korban diduga masuk ke gua untuk mencari emas meski pemerintah telah memperingatkan bahaya, sementara otoritas Laos belum memberikan informasi resmi terkait perkembangan operasi penyelamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Operasi pencarian tujuh warga desa yang terjebak di dalam gua banjir di Laos tengah memasuki hari ketujuh pada Selasa (26/5/2026). Hingga kini, kondisi para korban masih belum diketahui karena tim penyelamat terus menghadapi medan berat dan cuaca buruk.

Ketujuh warga tersebut diketahui masuk ke dalam gua di Provinsi Xaisomboun pada 19 Mei lalu. Namun hujan deras memicu banjir bandang yang menutup jalur keluar gua dan membuat mereka terperangkap di dalam.

Tim penyelamat dari Laos dan Thailand kini bekerja sama untuk mencari akses menuju lokasi para korban. Organisasi penyelamat Laos, Rescue Volunteer for People mengatakan, operasi terbaru difokuskan pada pencarian jalur alternatif melalui lubang udara di atas gua.

Dalam unggahan di Facebook, organisasi itu menyebut rencana operasi pada Selasa mencakup menjelajahi lubang udara di atas gua dengan harapan menemukan kemungkinan titik akses dan menemukan orang-orang yang terjebak.

Upaya penyelamatan juga menarik perhatian internasional karena mengingatkan publik pada operasi dramatis penyelamatan tim sepak bola Thailand yang terjebak di gua pada 2018 lalu.

1. Tim penyelamat hadapi medan berat dan gua sempit

Tim penyelamat mengatakan, medan menuju lokasi gua sangat sulit dijangkau. Gua tersebut berada di wilayah terpencil Distrik Longcheng, sekitar 120 kilometer di utara ibu kota Vientiane. Video yang dibagikan tim penyelamat Thailand memperlihatkan akses menuju pintu masuk gua harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh sekitar empat kilometer melalui jalur menanjak.

Selain itu, pintu masuk gua disebut sempit, curam, dan berbatu, bahkan hanya cukup dilalui satu orang dalam satu waktu. Di bagian dalam, tim penyelamat harus melewati lorong berlumpur, genangan air, dan terowongan sempit yang memaksa mereka merangkak.

Menurut para penyelamat, penyelam baru mampu menelusuri sekitar 100 meter ke dalam gua yang terendam banjir. Mereka memperkirakan para korban berada sekitar 30 meter lebih jauh dari titik yang saat ini masih bisa dijangkau. Untuk membantu pencarian, tim juga terus memompa air keluar dari dalam gua.

Dilansir dari Channel News Asia, cuaca buruk menjadi tantangan tambahan dalam operasi tersebut. Hujan deras terus mengguyur wilayah pegunungan di sekitar lokasi dan memperlambat proses penyelamatan.

2. Ahli penyelamat gua Thailand ikut diterjunkan

Pemerintah Laos juga mendapat bantuan dari tim penyelamat Thailand yang tiba di lokasi pada akhir pekan lalu. Media pemerintah Laos melaporkan, para ahli dari Thailand yang pernah terlibat dalam penyelamatan tim sepak bola muda di Chiang Rai pada 2018 kini ikut membantu operasi pencarian tujuh warga tersebut.

Kasus ini langsung menjadi perhatian publik Thailand karena kemiripannya dengan tragedi gua Tham Luang yang sempat menyita perhatian dunia.

Dalam operasi penyelamatan 2018 itu, 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka terjebak lebih dari dua pekan sebelum akhirnya berhasil diselamatkan. Seorang mantan penyelam Navy SEAL Thailand meninggal dunia dalam proses evakuasi tersebut.

Operasi penyelamatan gua memang dikenal sangat berisiko. Selain medan sempit dan banjir, korban yang terjebak juga menghadapi ancaman kesehatan serius.

Para ahli menyebut suhu dingin di dalam gua dapat menyebabkan hipotermia dalam waktu singkat. Kekurangan air bersih juga bisa memicu dehidrasi, sementara kadar oksigen yang menurun dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kerusakan organ.

Penumpukan karbon dioksida di ruang tertutup juga dapat menyebabkan kelelahan berat dan hilang kesadaran. Kondisi gelap total di dalam gua turut mengganggu persepsi waktu dan ritme biologis tubuh manusia.

3. Dugaan korban masuk gua untuk cari emas

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan ketujuh warga itu masuk ke dalam gua. Namun para penyelamat mengatakan mereka diduga mencari endapan emas. Bounkham Luanglath dari kelompok penyelamat Laos mengatakan gua tersebut memang sering didatangi warga lokal yang mencari emas.

Ia menyebut pemerintah sebenarnya telah berulang kali memperingatkan warga agar tidak masuk ke dalam gua karena alasan keselamatan.

Laos bukan dikenal sebagai produsen emas utama di Asia Tenggara, tetapi sektor pertambangan memiliki peran besar dalam ekonomi negara tersebut.

Industri tambang di Laos banyak didukung investasi asing, terutama dari Thailand dan China. Selain tembaga, penambangan unsur tanah jarang yang dibutuhkan industri teknologi modern juga semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Pendapatan per kapita Laos yang berkisar antara 2.000 hingga 2.500 dolar AS per tahun termasuk salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Kondisi ekonomi di wilayah pedesaan bahkan lebih rendah lagi.

Kementerian Luar Negeri Laos pada Selasa menyatakan, belum memiliki informasi resmi yang bisa dibagikan kepada media terkait operasi penyelamatan tersebut. Laos merupakan negara komunis satu partai yang selama ini dikenal memiliki kontrol ketat terhadap arus informasi publik.

Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More