ilustrasi peta Afrika (pexels.com/Nothing Ahead)
Merebaknya wabah Ebola menjadi faktor utama di balik penundaan KTT tersebut. Dilansir Al Jazeera, petugas kesehatan di Republik Demokratik Kongo (DRC) tengah menghadapi wabah Ebola ke-17 yang sudah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat internasional setelah diduga menyebabkan 139 kematian dan hampir 600 kasus suspek maupun probable, termasuk dua kasus terkonfirmasi di Uganda.
Laporan France 24 menyebutkan penyebaran virus kini mencapai provinsi Kivu Selatan setelah kasus pertama dikonfirmasi pada Kamis (21/5/2026). Wilayah itu berada di bawah kendali kelompok Aliansi Jenderal untuk Perubahan/Gerakan 23 Maret (M23) yang didukung Rwanda.
Penyebaran tersebut memperluas jangkauan virus yang sebelumnya lebih terkonsentrasi di provinsi Ituri bagian utara. Kasus terbaru melibatkan pria berusia 28 tahun yang melakukan perjalanan dari Kisangani di provinsi Tshopo, daerah yang sebelumnya belum terdampak wabah kali ini.
“Orang yang bersangkutan, seorang sesama warga berusia 28 tahun, sayangnya meninggal karena penyakit tersebut sebelum diagnosis dikonfirmasi,” ujar juru bicara M23, dikutip Al Jazeera.
Pemerintah Kongo belum menyampaikan komentar resmi mengenai kasus di Kivu Selatan. Ancaman terhadap Bukavu, ibu kota provinsi yang dikuasai M23 sejak Februari 2025, ikut meningkat setelah virus masuk ke wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak tersebut.