Jakarta, IDN Times - Cuaca kering selama tiga minggu berturut-turut di sebagian besar wilayah Pantai Gading telah merusak kualitas biji kakao. Petani mengatakan, hal itu juga akan berdampak pada pengurangan jumlah panen pada April hingga September, mengutip Reuters, Senin (7/2/2022).
Pantai Gading sebagai produsen kakao terbesar di dunia, sedang mengalami musim kemarau dari pertengahan November hingga Maret. Dalam rentang waktu tersebut, intensitas hujan jauh di bawah rata-rata.
