Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengatakan bersedia berdialog dengan Amerika Serikat (AS). Namun, menolak adanya paksaan ataupun segala bentuk konsesi politik dari AS untuk menekan Kuba.
“Kami selalu bersedia untuk berdialog dan memperbaiki hubungan antara AS dan Kuba. Namun, semuanya harus didasarkan pada rasa saling hormat dan setara satu sama lain,” tutur Diaz-Canel, dikutip dari France24, Selasa (20/1/2026).
Setelah serangan ke Venezuela, Presiden AS, Donald Trump terus mengancam Kuba. Ia menyebut bahwa rezim Kuba akan runtuh dengan sendirinya setelah lengsernya mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
