Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel menyebut bahwa kebijakan baru dari Trump ini adalah fasis, kriminal, dan upaya genosida kepada Kuba. Menurutnya, tindakan ini adalah kehendak pribadi dari Trump bukan dari warga Amerika.
“Kebijakan ini menunjukkan pandangan fasis, kriminal, dan upaya genosida yang memanfaatkan kepentingan rakyat Amerika untuk kepentingan personal saja. Kebijakan ini diberlakukan dengan alasan yang tidak jelas,” terangnya, dilansir EFE, Minggu (1/2/2026).
Sementara itu, alasan utama Washington terkait hubungan dekat Havana dengan Moskow yang dianggap sebagai negara musuh. AS menuding Kuba bersedia menjadi pangkalan mata-mata dan jaringan kelompok teroris internasional di dekat teritori negaranya.
