Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Bakal Blokade Total Minyak Kuba untuk Gulingkan Rezim Komunis

suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)
Intinya sih...
  • Pemerintahan Trump menyatakan rencana untuk mengakhiri rezim komunis Kuba pada akhir 2026.
  • Situasi di Kuba saat ini terus memburuk imbas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) menyusul pemblokiran impor dari Venezuela.
  • Blokade kapal ke Kuba adalah sebuah deklarasi perang yang akan menghalangi impor BBM.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump dikabarkan berencana memblokade total impor minyak ke Kuba. Langkah ini untuk melengserkan rezim komunis di negara Karibia tersebut. 

“Energi adalah salah satu cara untuk mencekik rezim tersebut. Ini adalah salah satu peristiwa pada 2026 yang diinginkan oleh pemerintahan AS saat ini,” ungkap salah satu orang di pemerintahan, dikutip dari Politico, Minggu (25/1/2026). 

Beberapa pekan terakhir, situasi di Kuba diliputi kekhawatiran usai penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sebab, Venezuela adalah penyuplai utama minyak ke Kuba. 

1. AS mencari pihak di dalam Kuba untuk melengserkan rezim komunis

Kuba
Kuba (pexels.com/Yuting Gao)

Pemerintahan Trump menyatakan rencana untuk mengakhiri rezim komunis Kuba pada akhir 2026. Washington masih mencari pihak di dalam Kuba untuk meruntuhkan atau bernegosiasi dengan pemerintahan saat ini. 

Dilansir The Latin Times, AS masih belum memiliki rencana konkret untuk mengakhiri rezim komunis di Kuba. Namun, situasi di Kuba saat ini terus memburuk imbas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) menyusul pemblokiran impor dari Venezuela. 

Pengiriman minyak dari Venezuela ke Kuba sebelumnya bisa mencapai 100 ribu barel per hari. Kini, pengiriman minyak tersebut turun signifikan hingga hanya 35 ribu barel per hari. 

2. Kuba sebut pemblokiran kapal sebagai deklarasi perang

Bendera Kuba (pexels.com/Matthias Oben)
Bendera Kuba (pexels.com/Matthias Oben)

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio mengungkapkan bahwa penetapan blokade kapal ke Kuba adalah sebuah deklarasi perang. Tindakan itu akan menghalangi impor BBM dan menyebabkan kolapsnya energi di Kuba. 

“Blokade kapal adalah serangan brutal kepada negara damai. Kuba selama ini tidak memberikan ancaman kepada AS. Kesulitan ekonomi yang dialami Kuba selama ini sudah didesain dan disengaja oleh AS,” terangnya, dilansir CiberCuba.

Beberapa pekan terakhir Kuba sudah mengecam ancaman dari AS usai penangkapan Maduro. Havana menyebut, Washington berupaya terus mencekik ekonomi Kuba. 

3. Meksiko mengkaji ulang pengiriman minyak ke Kuba

Bendera Meksiko. (unsplash.com/stephan hinni)
Bendera Meksiko. (unsplash.com/stephan hinni)

Pada saat yang sama, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum masih mengkaji ulang pengiriman minyak ke Kuba. Sebab, terdapat tekanan dari AS soal pengiriman minyak dari Meksiko ke Kuba sebagai bantuan kemanusiaan.

Sebelumnya, salah satu anggota parlemen AS, Maria Elvira Salazar menngatakan bahwa Meksiko harus berpikir ulang untuk mengirimkan minyak ke Kuba. Ia menilai langkah itu sebagai bentuk dukungan dan membiayai rezim Kuba dengan minyak gratis. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Kapal Penumpang Tenggelam di Laut Selatan Filipina, 15 Orang Tewas

26 Jan 2026, 23:51 WIBNews