Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez mengatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah dari ancaman dan pemerasan Amerika Serikat (AS). Ia menyebut pemerintah Kuba tidak akan menjual negaranya kepada AS.
“Kami rakyat Kuba tidak akan menjual negara kami hanya karena mendapat ancaman dari AS. Kami menyatakan bahwa Kuba memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan damai bersama seluruh dunia,” terangnya, dikutip dari Prensa Latina, Sabtu (10/1/2026).
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump menyebut, Kuba akan hancur setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Menurutnya, AS tidak perlu mengadakan intervensi militer ke Kuba karena akan hancur dengan sendirinya.
