Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
suasana di Havana, Kuba
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)

Intinya sih...

  • Kuba akan mempertahankan negara dari invasi AS

  • AS pindahkan dua kapal perang ke bagian utara Kuba

  • Senator AS sebut pemerintah Kuba akan lengser tahun ini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez mengatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah dari ancaman dan pemerasan Amerika Serikat (AS). Ia menyebut pemerintah Kuba tidak akan menjual negaranya kepada AS. 

“Kami rakyat Kuba tidak akan menjual negara kami hanya karena mendapat ancaman dari AS. Kami menyatakan bahwa Kuba memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan damai bersama seluruh dunia,” terangnya, dikutip dari Prensa Latina, Sabtu (10/1/2026).

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump menyebut, Kuba akan hancur setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Menurutnya, AS tidak perlu mengadakan intervensi militer ke Kuba karena akan hancur dengan sendirinya.

1. Kuba akan mempertahankan negara dari invasi AS

Rodriguez mengungkapkan bahwa rakyat Kuba akan mempertahankan negaranya dari ancaman AS. Menurutnya, Kuba mampu menghadapi invasi AS seperti yang terjadi puluhan tahun lalu. 

“Kami akan mempertahankan Kuba. AS ingin memaksa keinginannya kepada negara berdaulat dan melakukan agresi militer di Kuba yang gagal seperti 67 tahun lalu,” tuturnya, dikutip dari EFE.

Pernyataan itu disampaikan setelah mengikuti acara penghormatan atas tewasnya tentara Kuba dan Venezuela dalam serangan AS di Caracas pekan lalu. Diketahui sebanyak 32 tentara dan intelijen asal Kuba tewas dalam peristiwa tersebut. 

2. AS pindahkan dua kapal perang ke bagian utara Kuba

Setelah serangan ke Venezuela, AS mulai mengurangi jumlah armada kapal perang di Laut Karibia. Sedangkan dua kapal perang AS, USS Iwo Jima dan USS San Antonio sudah dipindahkan ke bagian utara Kuba di Samudra Atlantik. 

Pemindahan militer ini bersamaan dengan pengurangan sekitar 3 ribu personel militer di Laut Karibia. Dengan ini, hanya ada sekitar 12 ribu tentara AS yang masih tetap berada di Karibia. 

Selain itu, AS berencana untuk memulangkan salah satu kapal ke pangkalannya di Norfolk, Virginia dalam beberapa pekan ke depan. Pengurangan tentara ini dilakukan meski Trump menyatakan akan tetap menerjunkan tentara di Karibia. 

3. Senator AS sebut pemerintah Kuba akan lengser tahun ini

Senator Florida dari Partai Republikan, Rick Scott memprediksi pemerintah Kuba akan jatuh pada tahun ini atau tahun depan. Sebab, AS akan terus memblokir ekspor minyak dari Venezuela untuk menekan rezim komunis Kuba. 

“Saya pikir ini akan terjadi tahun ini, atau mungkin tahun depan. Ini akan terjadi. Awalnya, saya pikir Maduro akan ”pergi saat Natal, tapi ini lebih lama. Maka, saya tahu apa yang akan terjadi dan kami akan mendapatkan demokrasi,” ujar Scott, dilansir The Hill. 

Saat ini, Washington sudah menetapkan karantina minyak dari Venezuela. Keputusan ini untuk menggunakan pengaruh AS kepada pemerintahan baru di Venezuela. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team